Arema punya senjata rahasia baru di sektor penyerang sayap untuk musim kompetisi 2025-2026. Hal itu tak lepas dari kedatangan Dwiki Mardiyanto.
Pemain asli Surabaya itu direkrut manajemen Arema dari Deltras Sidoarjo. Kedatangannya dari klub Liga 2 membuat Dwiki tak banyak diketahui kemampuannya oleh tim-tim Liga 1 yang tentu menjadi keuntungan bagi Arema.
Dengan usia yang masih 25 tahun, Dwiki diharapkan bisa menjadi bagian dari regenerasi sayap. Seperti diketahui, sektor ini, Arema punya sayap-sayap senior seperti Dendi Santoso (35 tahun), Dedik Setiawan (30), meskipun ada sayap-sayap muda seperti Hamzah Titofani (22 tahun) dan Salim Tuharea (21 tahun).
“Dwiki datang untuk kita proyeksikan mengisi posisi penyerang sayap. Belum banyak yang tahu kekampuan dia, sehingga bisa menjadi senjata rahasia,” kata Asisten Pelatih Arema, Kuncoro kepada WEAREMAnIA.
Arema Punya Senjata Rahasia Baru yang Kualitasnya Sudah Dipantau Sejak 2023
Kuncoro mengaku sudah tahu bagaimana kualitas Dwiki sebagai penyerang sayap di Deltras. Apalagi, pemain berdarah Malang-Surabaya itu sudah dipantau sejak tahun 2023.
Seperti diketahui, Dwiki pernah mengikuti masa trial selama lima hari jelang kompetisi Liga 1 2023-2024 lalu. Sayangna, nasib membuatnya tak lolos, sehingga kembali ke klub lamanya, Deltras.
“Kita sudah tahu bagaimana kualitas Dwiki, sehingga kita rekrut dia untuk musim depan,” pungkas pelatih asli Malang tersebut.
