More

    Cara Tiago Simoes Menjaga Fokus Kiper-kiper Arema Jelang Piala Presiden 2025

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Tak ada salahnya melihat cara Pelatih Kiper Tiago Simoes menjaga fokus kiper-kiper Arema jelang Piala Presiden 2025. Proaktif menjadi salah satu prinsip pelatih asal Portugal itu dalam mengasah kemampuan ketiga penjgaga gawang Arema dalam sesi latihan.

    Memang, latihan kiper dilakukan secara bergiliran, tapi Tiago tak mau kiper-kipernya hanya diam nonton temannya menuntaskan gilirannya berlatih.

    Misalnya, ketika Lucas Frigeri giliran melahap menu latihan, maka Tiago bersama Asisten Pelatih Kiper Galih Firmansyah melibatkan dua kiper lainnya, Adi Satryo dan Andrian Casvari. Kedua kiper yang ‘nganggur’ dipastikannya ikut ‘melatih’ Frigeri.

    “Saya ingin setiap kiper punya intensitas lebih dalam berlatih, karenanya jangan sampai latihan mereka terhenti karena giliran. Jika mereka ikut menendang bola ke arah kiper misalnya, semua kiper akan lebih bersemangat. Misal Lucas bekerja, dan yang lain membantu,” kata Tiago kepada WEAREMAnIA.

    Fokus Kiper-kiper Arema Terjaga, Kualitas Passing Meningkat

    Ada alasan lainnya kenapa Tiago melibatkan kiper-kiper Arema lainnya membantu saat ada satu kiper yang giliran berlatih. Menurutnya, selain menjaga fokus, juga bisa meningkatkan kualitas passing.

    “Hal penting lainnya, bagi saya, seorang kiper gak pernah berhenti dalam permainan, selalu bergerak, dalam dinamika, mampu membantu dalam satu langkah, atau memberikan bola, sehingga kami gak menghentikan latihan. Mereka juga bisa bekerja sama, mengawasi dan menjalankan latihan secara berbeda,” jelasnya.

    “Misalnya, Lucas berada di gawang dan yang lain membantu, semua belajar bersama, melihat bagaimana semua orang bekerja, dan mereka dapat saling membantu. Gak hanya saya dan Galih yang bisa mengoreksi, kiper lainnya juga boleh berinteraksi, misal bilang, ‘bagus’, atau ‘tolong bekerja dengan baik’,” imbuhnya.

    Belajar Jadi Kiper Modern

    Tiago juga berpedapat, metode tersebut berkaitan dengan kiper modern, yang tak hanya bisa menjaga gawangnya. Seorang kiper modern juga harus bisa memainkan bola.

    Permainan modern mengharuskan kiper untuk membuat keputusan lebih cepat dan tepat. Itulah mengapa penting adanya interaksi ini dalam latihan, yang menciptakan kesulitan bagi kiper, sehingga dia berpikir lebih cepat dan lebih cepat,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis