Demi kemenangan atas Persik Kediri, Minggu (11/1/2026), pukul 15.30 WIB, Pelatih Marcos Santos benahi mental penggawa Arema. Apalagi, dalam laga Pekan 17 Super League 2025-2026 itu, Skuad Singo Edan akan tampil di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Enam laga terakhir secara beruntun tanpa kemenangan diyakini berpengaruh terhadap kondisi mentalitas para pemain Arema. Terbaru, Arema menelan kekalahan 0-1 di kandang Bali United.
Sebagai pelatih, Marcos bertanggung jawab membangkitkan mental mereka. Namun, pelatih asal Brasil itu juga punya segudang pekerjaan rumah lainnya yang juga harus diselesaikan.
“Kami sudah berlatih dan mencoba memperbaiki apa saja yang perlu ditingkatkan, termasuk juga sangat berkaitan dengan masalah mental,” kata Marcos.
Mental Penggawa Arema Bikin Kesulitan Cetak Gol
Marcos menilai masalah mentalitas ini turut memengaruhi produktivitas gol lini depan Arema. Terbukti mereka kesulitan mencetak gol dalam dua laga terakhir, ketika tampil tanpa mesin gol andalannya, Dalberto Luan Belo.
“Tim kami sebenarnya sudah menguasai bola dan menciptakan banyak peluang, namun belum mampu mencetak gol,” imbuhnya.
“Jadi ini juga soal mental. Kami harus bisa lebih fokus melakukan hal yang memang harus dilakukan, yaitu mencetak gol,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
