Gelandang asal Brasil, Matheus Blade rasakan culture shock tinggal di Kota Malang. Hal itu mulai dirasakannya ketika gabung Arema untuk Super League 2025-2026.
Blade mulai berlatih bersama Arema di awal Agustus 2025. Namun, pemain berusia 30 tahun itu baru menjalani debut di laga Pekan 2 melawan PSIM Yogyakarta (16/8/2025), karena belum terdaftar saat timnya melakoni laga Pekan 1 menghadapi PSBS Biak.
Blade mengaku sempat kaget dengan beberapa hal yang ditemui dalam sesi latihan bersama Arema. Begitu pula dengan kesehariannya di Kota Malang, tempatnya tinggal.
“Tiba di kota ini, saya melihat tim, saya langsung berlatih. Itu mengejutkan, saya gak mengenal kota ini. Saya hanya tahu sedikit tentang Jakarta. Saya gak mengenal Malang. Saya datang untuk berlatih. Saya lihat stadionnya indah. Saya sangat menyukai kota ini. Sangat mirip dengan kota tempat tinggal saya di Brasil,” kata Blade kepada WEAREMAnIA.
Matheus Blade Rasakan Culture Shock, Tapi Merasa Disambut Dengan Baik
Meski sedikit terkejut, Blade mengaku disambut dengan baik oleh teman-teman satu timnya. Harapannya, suasana yang kekeluargaan dalam timnya bisa membantu proses adaptasinya sebagai pemain anyar.
“Saya rasa ini bagus. Tim menyambut saya dengan baik. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang mereka berikan,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 25 tersebut.
Situasi kekeluargaan yang awalnya didengarnya dari teman sesama dari Brasil, seperti Paulinho Moccelin yang lebih dulu gabung, cuma salah satu alasan baginya. Lebih dari itu, ada alasan kuat yang membuatnya mau menerima pinangan Arema.
“Arema ini tim besar dari Indonesia. Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk berkembang bersama tim dan meraih hal-hal baru bersama mereka yang lebih dulu bergabung,” tandasnya.
