Gagal capai target di Super League 2025-2026, masa depan Pelatih Marcos Santos di Arema belum jelas. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menyatakan nasib pelatih kepala bakal ditentukan hingga laga terakhir
Hingga laga Pekan 32, Arema masih terdampar di posisi 10 di klasemen sementara dengan 42 poin. Posisi paling tinggi yang bisa dicapai Arema di sisa dua laga hanya di posisi 8, dengan catatan Bali United (45 poin) dan Persita Tangerang (44 poin) terpeleset di sisa pertandingan.
Marcos menyisakan dua laga pamungkas sebagai bahan penilaian manajemen Arema. Setelah bertandang ke markas PSBS Biak (15/5/2026) Arema menjamu PSIM Yogyakarta (22/5/2026).
“Evaluasi untuk tim, termasuk pelatih sebetulnya sudah kami lakukan dalam sebulan terakhir. Selanjutnya kita lihat di akhir kompetisi Arema finis di peringkat berapa, jadi ini belum final (keputusannya),” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
Masa Depan Pelatih Marcos Santos di Arema Mendapat Desakan Dari Aremania
Usai kalah dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri, gelombang desakan Aremania di media sosial untuk tidak memperpanjang durasi kontrak Marcos mulai bermunculan. Namun, Yusrinal mencoba objektif dalam melihat segala situasi sebelum mengambil keputusan.
“Sampai akhir musim ini Coach Marcos akan terus memimpin tim sebagai pelatih kepala. Setelah kompetisi baru akan kami umumkan apapun keputusannya,” imbuhnya.
“Desakan apapun dari suporter di media sosial itu keputusan tetap ada di hasil final evaluasi tim bersama nanti,” pungkas pria yang akrab disapa Inal ini.
