Manajemen Arema gandeng Universitas Negeri Malang (UM) untuk pembinaan usia dini. Khususnya demi perbaikan kurikulum Akademi Arema di semua jenjang kelompok usia.
Saat ini, Akademi Arema memiliki lima jenjang pembinaan. Mulai dari Arema U-12, Arema U-14, Arema U-16, Arema U-18, hingga Arema U-20.
Manajer Operasional sekaligus Direktur Akademi Arema, Sudarmaji mengatakan, langkah ini dilakukan demi peningkatan kualitas pemain Akademi Arema. Harapanya, pemain yang diproduksi bisa menyupai skuad senior Arema.
“Kurikulum Akademi Arema ini selalu kita evaluasi. Pelatih di tim senior harapannya sebagai guru teknik. Jadi, harus dibangun pengembangan akselerasi dari junior ke tim senior dengan kurikulum yang baik. Karenanya, kami bekerjasama dengan UM,” kata Sudarmaji.
Kurikulum Akademi Arema Saling Menguntungkan
Sudarmaji menambahkan, penyusunan kurikulum untuk Akademi Arema ini akan saling menguntungkan. Baik bagi pemain maupun pihak UM yang dilibatkan dalam penyusunannya.
“Arema lagi menyusun kerja sama dengan UM untuk membuat akselerasi kurikulum. Kita ambil sport science-nya, mendapatkan support implementasinya. UM punya sport science tapi gak terimplementasi kepada adik-adik di usia dini. Satu bulan ini kita berkomunikasi,” imbuhnya.
“Kebetulan juga 60 persen pelatih Akademi Arema merupakan lulusan UM, Kampus ini punya Fakultas Ilmu Keolahragaan. Kurikulum bersama itu merupakan aplikasi lisensi pelatih A, B, dan C.”
Sekolahkan Pelatih Akademi Arema
Selain menyusun akselerasi kurikulum, Akademi Arema juga berupaya menyekolahkan para pelatihnya. Sudarmaji menyeut, tahun ini saja Arema telah menyekolahkan empat pelatih.
“Tahun ini kita menyekolahkan pelatih berlisensi C tiga orang dan lisensi B satu orang. Tantangannya itu tadi, adanya perubahan kurikulum yang terbarukan,” pungkas pria asal Banyuwangi ini.
