Arema gelar internal game di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (11/4/2025) pagi. Laga yang dihelat sebagai pengganti laga uji coba itu berakhir dengan skor 3-2.
Pelatih Ze Gomes membagi Skuad Arema menjadi dua tim secara acak. Tapi, pelatih asal Portugal itu menegaskan, kedua tim ini bukanlah representasi dari tim inti melawan tim cadangan.
Awalnya, Ze ingin menggelar laga uji coba di Stadion Kanjuruhan sebelum laga kandang melawan Madura United (24/4/2025). Keinginan yang sama merupakan harapan banyak Aremania.
“Tujuan saya memang menggelar latihan untuk pertandingan. Kami datang ke sini untuk merasakan bagaimana atmosfer stadion ini dalam sebuah pertandingan,” kata Ze.
Target Arema Gelar Internal Game di Stadion Kanjuruhan Tercapai
Ze senang karena targetnya dalam internal game di Stadion Kanjuruhan tercapai. Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut seluruh pemain Arema bisa menunjukkan performa seperti yang diinginkannya.
“Target dari pertandingan itu sudah tercapai. Yang paling penting dari internal game ini adalah memanfaatkan waktu yang kami miliki untuk melaksanakan rencana latihan. Semuanya memberikan yang terbaik, itu penting buat saya,” imbuhnya.
“Ini adalah
adaptasi yang sesungguhnya. Ini bagian dari latihan kami, untuk semua pemain agar bisa melewatinya bersama-sama agar bisa saling mengetahui satu sama lain lebih baik.”
Berlangsung Keras Seperti Laga Sesungguhnya
Ze menambahkan, para penggawa Arema tampak menghayati perannya dalam laga internal game tersebut. Terbukti laga tersebut berlangsung keras, dan banyak pelanggaran yang berujung kartu kuning.
“Ini benar-benar seperti laga sesungguhnya, di mana mereka tampak serius dan tak mau kalah, banyaknya pelanggaran dan kartu kuning menjadi bukti. Gak masalah, itu normal, mereka bisa belajar agar di laga sesungguhnya gak melakukan pelanggaran yang sama,” pungkasnya.
