Kalimat perpisahan Yann Motta sebelum menuju pintu keluar Arema sangat menyentuh jiwa. Stopper asal Brasil itu dilepas Aremw di bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026.
Motta menjadi pemain keempat yang dilepas manajemen klub sebelum kontrak berakhir. Sebelumnya Arema sudah berpisah dengan Paulinho Moccelin, Brandon Scheunemann, dan Muhammad Rafli.
Pemilik jersey bernomor punggung 5 itu menyampaikan salam perpisahan melalui akun Instagramnya. Motta berusaha menerima keputusan dari tim pelatih dan manajemen Arema yang membuatnya tak lagi menjadi bagian dari tim di putaran kedua.
“Saya senang melihat kasih sayang dari sebagian orang, dan sebagian lainnya senang dengan kepergian saya ini. Tapi saya senang bahwa, selama saya berada di sini, saya gak pernah berhenti bekerja,” kata Motta.
Yann Motta Sebelum Menuju Pintu Keluar Arema Adalah Rencana Tuhan
Motta menyadari sepenuhnya, kepergiannya dari Arema adslah bagian dari rencana Tuhan. Pemain berusia 26 tahun itu pun mendoakan yang terbaik untuk Arema.
“Tuhan tahu apa yang telah saya lalui, dan saya tahu Dia memiliki rencana terbaik untuk hidup saya,” imbuh eks pemain Persija Jakarta itu.
“Saya sangat bersyukur, dan semoga Arema selalu sukses. Terima kasih untuk segalanya dan saya berharap yang terbaik untuk Arema,” pungkasnya.
