Tim ‘Arema Siluman’ beraksi di tengah libur kompetisi bagi sebagian besar pemain Liga 1 2023-2024. Para pemain yang timnya tak masuk Championship Series, yang kini sudah memasuki babak final, tentu sudah tak memiliki pertandingan resmi.
Arema Siluman ini berisi para penggawa Singo Edan, khuusnya yang berasal dari Malang, seperti Johan Farizi, Jayus Hariono, Dedik Setiawan, Achmad Figo, Dicki Agung, dan Hamzah Titofani. Ada pula dua pemain Arema yang berdomisili di Malang, seperti Bagas Adi dan Muhammad Rafli yang ikut serta.
Mereka berkolaborasi dengan mantan-mantan Arema, seperti Benny Wahyudi, Sandy Ferizal, Ikhfanul Alam, Titan Agung, Junda Irawan, Didik Ari, Gufroni Al Ma’ruf, dll, Ada pula pemain-pemain Malang lainnya yang belum pernah membela Arema seperti Shulton Fajar dan Ahmad Ihwan.
Sebutan ‘Arema Siluman’ untuk tim ini datang dari Asisten Pelatih Arema, Kuncoro yang memang mendampingi mereka bertanding. Tim ini dibawanya keliling dari kampung ke kampung untuk mengisi waktu libur.
“Ini namanya tim Arema Siluman. Meskipun namanya begitu, pemainnya rata-rata pernah merasakan ikut Arema, walaupun sekarang berpencar-pencar ke klub lain,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.
‘Arema Siluman’ Tempat Memantau Bakat-bakat Asli Malang
Kuncoro menambahkan, tujuannya mengumpulkan pemain-pemain di tim ‘Arema Siluman’ itu bukan sekadar menjaga kondisi pemain saat libur kompetisi. Tujuan lainnya tentu sebagai tempat memantau bakat-bakat asli Malang.
Sekadar informasi, nama Shulton Fajar yang ada di tim bentukannya ini tengah dikaitkan dengan Arema. Bisa saja, gelandang bertahan yang dua musim terakhir ini membela Persis Solo itu direkomendasikannya untuk dikontrak Arema.
“Tujuan utamanya tentu kami ingin menjaga kondisi pemain saat libur kompetisi, kan sama saja ini latihan rutin. Di samping itu, siapa tahu kita nemu bakal-bakat potensial yang bisa diambil Arema nantinya,” tandasnya.
