Kisah Syahrul Trisna dan Adi Satryo menjadi salah satu cerita menarik di skuad Arema musim 2026-2027. Setelah sempat bersaing memperebutkan posisi utama di PSIS Semarang, kini keduanya kembali bertemu untuk berebut tempat di bawah mistar gawang Singo Edan.
Syahrul memperkuat PSIS pada Liga 1 2024-2025. Sementara itu, Adi lebih dahulu bergabung dengan Laskar Mahesa Jenar sejak Liga 1 2022-2023.
Keduanya menjalani persaingan sepanjang musim 2024-2025. Adi mencatatkan 17 penampilan, sedangkan Syahrul tampil dalam 15 pertandingan.
Meski kembali berada dalam satu tim, Syahrul memandang persaingan tersebut sebagai motivasi untuk berkembang. Penjaga gawang berusia 30 tahun itu lebih mengutamakan kebersamaan daripada rivalitas.
“Kami pernah bersama di PSIS pada musim 2024-2025, kemudian juga pernah bersama di Timnas Indonesia. Sekarang kumpul lagi di sini. Saya gak menganggapnya sebagai persaingan,” kata Syahrul kepada WEAREMANIA.
Kisah Syahrul Trisna dan Adi Satryo Berlanjut di Arema
Syahrul menegaskan seluruh kiper Arema saling mendukung selama menjalani latihan. Persaingan di bawah mistar gawang justru mendorong setiap pemain meningkatkan kualitasnya.
Arema kini memiliki empat kiper lokal, yakni Adi Satryo, Gianluca Pandeynuwu, Erlangga Setyo, dan Syahrul Trisna Fadilla. Kondisi tersebut membuat setiap penjaga gawang harus bekerja keras untuk merebut kepercayaan tim pelatih.
Hubungan Syahrul dan Adi juga tetap terjalin akrab di luar lapangan. Kebersamaan itu membantu membangun suasana positif di dalam skuad Arema.
“Kami adalah rekan satu posisi sebagai penjaga gawang. Kami bersaing secara sehat di lapangan. Di luar lapangan kami sering minum kopi bersama,” tandasnya.
