Lagi viral klub Super League 2025-2026 pulangkan pemain diaspora untuk bermain di kompetisi Tanah Air. Namun, manajemen Arrma punya alasan kenapa ogah fomo fenomena tersebut.
Hingga bursa transfer pemain awal musim ditutup pada 30 Agustus 2025 lalu, setidaknya ada lima pemain naturalisasi yang tadinya main di luar negeri akhirnya membela klub Super League 2025-2026. Ada Jordi Amat (Persija Jakarta), Jens Raven (Bali United), Rafael Struick (Dewa United), Thom Haye, dan Eliano Reijnders (Persib Bandung).
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengaku mengikuti fenomena tersebut. Namun, sebagai klub, pihaknya masih belum berminat melakukan hal yang sama.
“Oh gak, kita kan memilih pemain sesuai dengan kebutuhan tim, mungkin klub lain seperti itu (merekrut diaspora) juga sesuai kebutuhan tim mereka,” kata Yusrinal kepada WEAREMAnIA.
Klub-klub Super League 2025-2026 Pulangkan Pemain Diaspora Sebagai Solusi Instan
Pria yang akrab disapa Inal itu menilai mendatangkan pemain naturalisasi bisa menjadi solusi instan bagi klub-klub bersangkutan. Utamanya untuk “mengakali” sudah ditutupnya proses pengesahan pemain asing.
Seperti diketahui, verifikasi pemain asing untuk musim ini sudah ditutup bahkan sebelum bursa transfer berakhir. Katenanya, klub-klub yang “terlambat” melengkapi kuota pemain asingnya bisa merekrut pemain keturunan yang sudah berstatus sebagai pemain lokal.
“Mungkin waktu pendaftaran itu menjadi salah satu alasan mereka mendatangkan pemain naturalisasi. Karena verifikasi pemain asing itu terakhir pada 20 Agustus 2025, ada 10 hari sebelum bursa transfer pemain ditutup, mereka berpikir masih butuh pemain, maka mereka ambil pemain diaspora. Mereka seperti pemain lokal, gak butuh verifikasi lagi,” imbuhnya.
Bukan Panic Buying
Thom dan Eliano gabung Persib di detik-detik akhir jelang bursa transfer ditutup, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai panic buying. Inal tak setuju dengan anggapan sebagian orang tersebut.
“Kalau disebut panic buying gak juga, kita gak bisa lihat satu sisi itu saja. Mungkin sudah kebutuhan tim mereka seperti itu. Jadi bukan panic buying kalau mereka ambil pemain-pemain bagus,” pungkasnya.
