Konsolidasi Arema One Blood digelar di Pendopo Panji Kantor Pemerintah Kabupaten Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini digelar jelang laga Arema vs Persebaya Surabaya, di Pekan 30 Super League 2025-2026, Selasa (30/4/2026), pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Pertemuan ini dihadiri Panitia Pelaksana (Panpel) dan manajemen Arema, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya. Tentu saja, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan berbagai korwil dan komunitas Aremania di Malang Raya, juga dari Blitar hingga Pasuruan.
General Manajer Arema , Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya. Peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub juga menjadi sorotannya.
“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah belah. Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” kata Yusrinal.
Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam dunia persepakbolaan. Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, termasuk dunia usaha, agar Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya.
“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda. Tentu, kita ingin stadion menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” kata Firmando.
Penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen menjadi puncak pertemuan ini. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Aremania, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki. Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto, yang menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.
Inilah 6 Poin Nota Kesepahaman dan Komitmen Bersama
1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.
