Pelatih Marcos Santos tak setuju Arema menang atas Persik Kediri, Minggu (11/1/2026) karena hujan. Laga Pekan 17 Super League 2025-2026 itu berakhir dengan skor 2-1 untuk tuan rumah.
Setelah bermain imbang 0-0 hingga menit 80 akhirnya gawang Arema kebobolan oleh gol Mochammad Supriadi. Namun, saat memasuki menit 90 tiba-tiba hujan deras mengguyur kawasan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kandang Arema.
Dalam situasi skrimit di depan gawang berkat crossing Matheus Blade, bola justru diarahkan Supriadi ke gawang sendiri yang mengubah skor menjadi 1-1. Tak lama berselang, giliran Ian Puleio yang menanduk crossing Dwiki Mardiyanto ke gawang Persik untuk memastikan kemenangan dramatis Arema dalam hujan lebat.
“Kemenangan ini karena ketekunan, keberanian, dan semangat menjadi Arema. Tapi, hujan ini seperti membersihkan jiwa, agar pintu-pintu yang tertutup bisa terbuka dan Arema bisa berkembang sepanjang musim,” kata Marcos.
Arema Menang Atas Persik Kediri Berkat Perjuangan Tak Kenal Menyerah
Marcos lebih melihat kemenangan Arema atas Persik itu berkat perjuangan tak kenal menyerah. Pelatih asal Brasil itu mengapresiasi kerja keras pasukannya.
“Ini tentang memahami apa itu Arema. Arema adalah klub besar, klub dengan seragam yang berat, klub para pejuang. Di setiap pertandingan, kami gak pernah menyerah satu menit pun,” imbuhnya.
“Ini pertandingan kesekian kami bisa membalikkan skor karena kami gak menyerah,” pungkas pelatih berlisensi CONMEBOL Pro itu.
