Ada petuah bijak yang disampaikan Luiz Gustavo setelah didakwa jadi penyebab penalti saat Arema kalahkan Semen Padang 2-1 di Pekan 11 Super League 2025-2026 (3/11/2025). Stopper asal Brasil itu menyinggung soal tekanan yang datang, baik kepadanya sebagai pemain maupun untuk timnya.
Dalam situasi Arema unggul 2-0 lewat gol Valdeci Moreira dan Dalberto Luan Belo, pada babak kedua wasit Nendi Rohaendi memberi hadiah penalti gara-gara Gustavo dituding melakukan tarikan kepada Cornelius Stewart, tanpa ada review VAR oleh sang pengadil. Penalti yang diambil sendiri oleh Stewart itu akhirnya membuat Kabau Sirah memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.
Usai gol tersebut, rim tuan rumah di bawah dukungan suporter yang memadati Stadion Haji Agus Salim, Padang terasa mendapat angin. Beruntung, langkah sigap Pelatih Marcos Santos memasukkan tambahan pemain bertahan mampu mengamankan keunggulan sampai akhir laga.
“Manusia hanya berkembang di bawah tekanan. Ini tidak nyaman, tetapi itu nyata. Tak satu pun dari kita tumbuh ketika semuanya tenang, mudah ditebak, dan mudah. Kita tumbuh ketika hidup menjadi sulit, ketika kita diuji, ketika tanah tampak memberi jalan dan kita perlu menemukan cara baru untuk menopang diri kita sendiri,” kata Gustavo.
“Tekanan menunjukkan siapa diri kita. Ini melepaskan topeng, menunjukkan batas-batas kita dan, di atas segalanya, membangkitkan kekuatan yang bahkan tidak kita ketahui yang kita miliki. Di dalam kekacauan itulah kejelasan muncul. Sangat menyakitkan bahwa keberanian lahir. Dalam langka kreativitas itu tumbuh,” imbuhnya.
Arema Kalahkan Semen Padang karena Tak Lari dari Tekanan
Gustavo mengingatkan, tak sedikit orang bakal lari ketika tekanan datang. Menurutnya, yang terbaik adalah menghadapi tekanan itu dengan tenang.
“Masalahnya, banyak orang lari dari tekanan, mereka menginginkan hasilnya, tetapi mereka tidak menginginkan prosesnya. Mereka menginginkan kesuksesan, tetapi mereka tidak menginginkan beban yang dituntut oleh kesuksesan,” jelas pemain berusia 31 tahun itu.
“Tapi kebenaran sederhana: tanpa tekanan, tidak ada evolusi. Seorang pemain tanpa pelatihan intens tidak mencapai kinerja yang diinginkan. Seorang pengusaha tanpa krisis tidak belajar untuk menemukan kembali diri mereka sendiri. Manusia tanpa tantangan tidaklah dewasa,” terangnya.
Pentingnya Menikmati Tekanan
Gustavo pun membeberkan pentingnya seorang pemain menikmati tekanan. Bagaimana menghadapi tekanan itu sambil mencari jalan keluar tak kalah pentingnya dari sekadar mengeluh.
“Tekanan mengajarkan kita nilai usaha, kesabaran, dan kemampuan mengatasi. Itu membuat kita mengerti bahwa emas hanya bersinar setelah melewati api. Jadi, lain kali hidup menjadi sulit, jangan putus asa, bernapaslah. Ini adalah alam semesta yang melatihmu,” tegas pemilik jersey bernomor punggung 26 ini.
“Setiap kali tekanan datang, ingatlah: itu tidak dibuat untuk menghancurkanmu, tetapi untuk mempersiapkanmu. Pertanyaannya adalah: apakah Anda akan menolak tekanan, atau apakah Anda akan membiarkannya mengubah Anda menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri?” tandasnya.
