Piala Presiden 2026 berubah menjadi ajang untuk tim-tim Ligq 4. Sebagai mantan juara empat edisi berbeda, Manajemen Arema pilih acuh tak acuh merespons perubahan yang dilakukan PSSI sebagai penyelenggara.
Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, kali ini PSSI menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai ajang putaran nasional untuk 64 klub Liga 4 yang lolos dari fase regional yang digelar di 38 provinsi di Indonesia. Ajang yang dimenangkan Arema pada 2017, 2019, 2022, dan 2024 itu bukan lagi turnamen pranusim yang bergengsi untuk tim-tim kasta tertinggi.
General Manager Aremw, Yusrinal Fitriandi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui rencana PSSI tersebut. Meski agak kurang sreg, Arema menegaskan akan mendukung apapun yang diputuskan federasi pusat.
“Terserah yang punya event. Kami ngikut saja apa keputusan dari PSSI terkait ajang pramusim,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut kepada WEAREMANIA.
Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Untuk Tim-tim Ligq 4, Berharap Ada Gantinya
Meski setuju-setuju saja, Inal menegaskan, Arema berharap tetap ada turnamen pramusim resmi yang digelar PSSI. Sebab, ajang itu penting sebagai persiapan untuk klub sebelum menjalani Super League 2026-2027.
Manajer asal Bogor itu juga sudah mendengar selentingan kabar tentang rencana PSSI menggulirkan kompetisi musim baru pada awal September 2026. Pada akhir Juli 2026 kabarnya bakal digelar turnamen pramusim.
“Mau apa saja namanya, yang penting turnamen pramusim itu harus ada. Kabarnya akan digelar pada akhir Juli 2026 nanti,” pungkasnya.
