More

    Setelah Unggul 1 Gol, Arema Sering Tampil Bertahan, Benarkah?

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Banyak yang berpendapat setelah unggul satu gol, Arema sering tampil bertahan, seperti saat menghadapi tuan rukah Madura United di Pekan 22 Super League 2025-2026, Sabtu (21/2/2026). Laga yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan itu berakhir dengan skor imbang 2-2.

    Gawang Arema harus kebobolan lebih dulu oleh gol telat Junior Brandao di pengujung babak pertama. Sebetulnya, Arema sempat berbelik unggul di awal babak kedua lewat dua gol cepat Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius, tapi di menit 87 Madura United memaksakan hasil imbang lewat gol Jorge Mendonça.

    Dalam situasi memimpin 2-1, Pelatih Marcos Santos mengganti skema menjadi lebih bertahan dengan menarik keluar Gustavo França, seorang gelandang serang dan menggantinya dengan Julian Guevara yang punya naluri bertahan lebih dan biasa bermain sebagai gelandang bertahan atau stopper.

    “Setelah kami mencetak dua gol, kami mencoba memanfaatkan serangan balik. Itu memang rencana kami,” kata Marcos.

    Arema Sering Tampil Bertahan karena Tuntutan Situasi di Lapangan

    Marcos menegaskan, langkah bertahan yang dilakoni Arema bukan semata-mata keputusannya sebagai pelatih. Menurutnya, apapun strategi yang dijalankan itu tergantung dari tuntutan situasi di lapangan.

    “Hal itu terjadi karena tim Madura memberikan ruang dan unggul penguasaan bola. Mereka menempatkan banyak pemain ke depan,” imbuh pelatih berpaspor Brasil tersebut.

    “Mereka gak mampu keluar dari formasi +bertahan) yang kami siapkan. Mereka mencetak gol kedua melalui bola udara,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis