Tanpa pelatih kepala, Marcos Santos, persiapan Arema untuk Piala Presiden 2025 tetap terkendali. Sebab, Asisten Pelatih yang dipimpin Andre Caldas tetap terkendali.
Seperti diketahui, sejak Sabtu (28/6/2025) lalu, Marcos harus meninggalkan tim untuk pulang ke negaranya. Pelatih asal Brasil itu harus membereskan sejumlah dokumen administratifnya di federasi sepak bola negerinya.
Selama Marcos pulang kampung, program latihan dijalankan para asisten pelatih yang dipimpin Andre. Menurutnya, meski berada jauh di seberang samudera, Andre dan Marcos terus berkomunikasi menyampaikan laporan hasil pelaksanaan program latihan.
“Coach Marcos sedang di Brasil, kami berbicara tiap hari untuk melaporkan hasil latihan. Kami sudah punya jadwal yang jelas tentang apa yang akan dilakukan, materi bertahan. Kami sudah punya konten yang jelas, dan akan bekerja keras, sampai Piala Presiden,” kata Andre kepada WEAREMAnIA.
Persiapan Arema untuk Piala Presiden 2025 Dipercayakan Marcos Santos Kepada Andre Caldas
Andre merasa punya tanggung jawab dengan kepercayaan yang diberikan Marcos untuk memegang kendali program latihan sementara. Pelatih berusia 37 tahun itu siap melaksanakannya dengan baik, setidaknya hingga Marcos tiba pada 5 Juli 2025 mendatang.
“Coach Marcos akan langsung gabung tim di Bandung, kami berangkat pada 4 Juli 2025. Semua sudah direncanakan sebelumnya. Tentu itu akan lebih baik. Dia percaya 100 persen kepada kerja kami, dia memberikan saya kebebasan untuk bekerja di sini, jadi saya adalah representasi dari pekerjaannya,” imbuhnya.
Menurutnya, apa yang dilakukannya dalam tiap sesi latihan tanpa Marcos bukanlah kehendaknya sendiri, melainkan sudah menjadi bagian dari program latihan yang disusun tim pelatih. Jadi, menurutnya, semuanya akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
“Ketika dia gabung dengan kami di Bandung, dia akan tahu apa yang sudah kami kerjakan. Jadi, itu gak masalah. Ini juga terjadi di klub lain, ketika dia mengalami masalah, dan saya mengamil alih kepemimpinan, dan itu gak akan merusak jalan kita. Sebaliknya, kami lebih kuat,” tegasnya.
