Manajemen Arema isyaratkan perombakan skuad besar-besaran di paruh musim Super League 2025-2026. Bursa transfer pemain paruh musim yang dibuka 10 Januari akan betul-betul dimanfaatkan.
Hingga Pekan 16 atau jelang laga terakhir di putaran pertama, Arema terjerembab di posisi 12 klasemen sementara. Skuad Singo Edan hanya mengemas 18 poin dari empat kemenangan, enam kali imbang dan enam kekalahan.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan, direksi klub jelas tak puas dengan hasil ini. Padahal di lima laga awal, Arema bisa berada di papan atas, bahkan sempat mencicipi puncak klasemen semalam.
“Target kita posisi 5 besar, tapi sekarang kita di posisi bawah. Kalau gak ada evaluasi ya bodoh kami yang menjalankan klub ini. Kami akan lakukan evaluasi besar-besaran nanti,” kata Yusrinal.
Arema Isyaratkan Perombakan Skuad, Tapi Tak Sembarangan
Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan, evaluasi sudah mulai berjalan sejak dua bulan terakhir, di mana sementara ini Arema melepas Brandon Scheunemann dan Muhammad Rafli. Namun, perombakan skuad itu tidak dilakukan secara sembarangan.
“Selain mendengar banyaknya tekanan dari Aremanua, kami di internal tim dalam dua bulan terakhir juga melakukan evaluasi,” imbuhnya.
“Tapi evaluasi skuad itu gak bisa sembarangan, semua harus terukur, tertakar semuanya, termasuk finansial klub,” pungkas pria asal Bogor ini.
