Kekalahan Arema dari Bali United dengan skor 3-4 di Pekan 24 Super League 2025-2026, Jumat (6/3/2026), menciptakan rekor tersendiri bagi kubu tuan rumah. Itu momen untuk pertama kalinya Arema kebobolan empat gol dalam 90 menit di liga musim ini.
Pada babak pertama, gawang Arema kebobolan dua gol oleh Teppei Yachida dan Diego Campos. Dalberto Luan Belo mampu memperkecil ketinggalan di awal babak kedua, tapi Bali United berhasil memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat brace Yachida.
Dalberto kembali memperkecil skor menjadi 2-3, tapi gol Betinhp Filho ke gawang sendiri membuat Arema kembali tertinggal 2-4. Gol bunuh diri Kadek Arel di menit tambahan waktu babak kedua menjadi gol hiburan bagi Arema di laga ini.
Terakhir, Arema kebobolan empat gol dalam satu laga juga terjadi di era kepelatihan Marcos Santos. Momen itu terjadi di turnamen pramusim Piala Presiden 2025 saat Arema kalah 0-4 dari Oxford United (10/7/2025).
“Sudah lama saya gak merasakan tim saya kebobolan sampai empat gol dalam satu pertandingan. Itu yang membuat saya sangat kecewa kali ini. Saya kecewa dengan sikap yang kami tunjukkan di babak pertama. Kami harus memperbaiki sisi mental tim,” kata Marcos.
Arema Kebobolan 4 Gol karena Permainan Terbuka
Marcos mengakui gol-gol Bali United ke gawang Arema sedikit-banyak merupakan dampak permainan terbuka yang diterapkannya. Sejak menit awal Arema memang berusaha melancarkan serangan dan tim tamu yang memilih menunggu sambil memanfaatkan serangan balik terbilang lebih efektif.
“Jika kita sudah tertinggal dua gol, untuk mengejar ketertinggalan itu kita harus lebih terbuka dalam menyerang, sehingga lini pertahanan menjadi lebih rentan. Jika gol balasan gak cepat datang, para pemain akan kelelahan,” imbuhnya.
“Akhirnya tim terus menekan tetapi gak berhasil mencetak gol, dan itu membuat pertandingan semakin sulit. Jadi saya lebih memilih mengatakan bahwa secara kolektif kami gak menjalani babak pertama yang baik,” pungkas juru taktik asal Brasil ini.
