Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan Presiden Joko Widodo sudah mengumpulkan data terkait Kanjuruhan Disaster 2 selama sepekan terakhir. Mereka pun sudah mendapatkan update terbaru mengenai jumlah korban.
Tragedi ini terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam. Kepanikan usai adanya tembakan gas air mata yang dilepaskan ke tribune suporter membuat banyak korban berjatuhan.
Hingga Sabtu (8/10/2022) kemarin, tim TGIPF sudah berkeliling ke rumah para korban luka-luka untuk dimintai keterangan. Di antaranya ada Fabianca Cheendy, Rafi Atta Dzia’ul Hamdi, Yuspita Nuraini, Muhammad Iqbal, Ahmad Afiq Aqli, dan lain-lain.
“Sampai detik ini tercatat total korban 705 orang. Terdiri dari korban meninggal dunia 130 orang, korban luka 575 orang,” tulis TGIPF dalam rilis yang diterima WEAREMANIA.
“Korban luka terbagi menjadi tiga kategori, luka ringan sebanyak 5067 orang, luka sedang 45 orang, dan luka berat 23 orang. Sementara korban yang masih menjalani rawat inap 36 orang.”
Korban Kanjuruhan Disaster 2 Butuh Trauma Healing
Tim TGIPF menyebut, korban luka-luka yang tengah dirawat bukan sekadar butuh perawatan intensif. Lebih dari itu, mereka butuh trauma healing.
Trauma healing merupakan upaya penyembuhan trauma atas sebuah tragedi untuk para korban. Penyembuhan masalah psikis ini dinilai tak kalah pentingnya untuk dilakukan.
“Para korban luka harus menjalani perawatan intensif. Bukan cuma soal luka jasmani, tapi juga luka rohani. Trauma menjadi salah satu yang menghantui. Karena itu, pihak-pihak terkait harus memberikan perhatian khusus,” imbuhnya.
“Karena mereka korban hidup pastinya akan mengalami guncangan psikologis yang perlu pendampingan agar bisa menjalani hidup dengan normal.”
