Wawancara Muhammad Ridhuan: Sempat Mengira Malang Masih Hutan Rimba

Muhammad Ridhuan di ISL 2011/12
Muhammad Ridhuan di ISL 2011/12

Muhammad Ridhuan adalah idola Aremania yang memperkuat Arema di musim 2009/10 hingga 2013. Pemain yang memberikan trophy Indonesia Super League kepada Arema itu melalui kanal sosial media Instagram Skor Indonesia bercerita banyak tentang pengalamannya di Indonesia.

Ridhuan mengaku sudah tahu kondisi Malang karena di Piala AFF karena diberitahu sosok Yuli yang menjadi dirigen suporter Indonesia. Hanya saja siapa sangka saat tiba di Malang, Ridhuan cukup kaget karena mengira Malang masih berupa hutan rimba saat turun dari Bandara Abdurrahman Saleh.

Simak saja wawancara ini selengkapnya.

Ceritakan awal mula kenapa memilih Arema?

Awalnya tidak ke Arema, namun agen saya yaitu Ricky Nelson juga menunggu tawaran dari Persib Bandung. Kemudian ada kabar jika Mustafic (Fachrudin) tidak jadi ke Arema. Along menanyakan ke saya sudah punya klub apa belum. Saya jawab belum sehingga ya diajak ke Arema.

Sudah tahu Arema sebelumnya?

Belum tahu kalau klubnya, tapi suporternya di AFF Suzuki Cup sudah tahu koreografer Yuli untuk Indonesia, jadi sudah tahu gimana nanti atmosfer di sana dan saya seperti sudah cocok untuk bergabung.

Makan Favorit di Malang?

Di Malang suka bebek Pak Slamet. Di sini Singapura susah (dapat bebek seperti Pak Slamet).

Apa yang di rasakan pertama karena Malang karena Malang bukan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya?

Saat mendarat di Abdurrahman Saleh, pemandangan dibawah hijau semua (dari pesawat). Saya tanya ke Along, ‘Long tempatnya hutan semua’. ‘Kata Along tenang saja santai’.

Di Malang saya merasakan kenyamanan dan cukup santai. Beda dengan singapura yang ramai dan banyak gedung tinggi kayak Jakarta. Jakarta atau Singapura memang juga enak, tapi di Malang lebih slow, kalau mau liburan banyak yang masih alami. Saya suka dengan tempat yang alami. Cuacanya yang dingin, dan suasananya enak.

Tempat favorit?
Kalau ke Malang ke Batu, katanya tambah cantik dan banyak wisata yang lebih bagus sekarang.

Di Arema banyak pemain muda?
Tidak semua pemain muda, ada pemain senior meskipun juga banyak pemain muda, tetapi tidak ada rasa canggung. Semuanya ramah, berasa saudara, mereka hormat kepada Along.

Pengalaman lawan Persebaya, rasanya bagaimana naik rantis atau kendaraan militer?
Dulu tim Arema masih naik bis, tapi dilontar hingga kaca pecah. Posisinya pas di kursi Along dan dia lagi ketiduran dan kena kepalanya. Di dalam Stadion ramai sekali, warnanya hijau semua. Pemain ngomong di lapangan tidak terdengar. Ini saya pikir gila dan benar-benar laga away.

Laga away paling seru ketika melawan Persija, stadion besar dengan kapasitas 100 ribu. Ada yang menonton dipinggir lapangan, setelah selesai semua lari ke lapangan. Aremania sama The Jak teman jadi semua aman.

Yang bikin kangen sepakbola Indonesia?
Atmosfernya, walaupun di mana saja, tim bawah atau divisi utama sudah sangat ramai. Itu yang bikin orang semua ingin kembali. Jauh dari Singapura yang hanya punya 7 klub lokal jadi kurang ramai.

Masih ingat pertandingan di Solo, final Piala Indonesia?
Saya masih ingat sekali, karena tidak pernah terjadi dalam sepakbola laga dihentikan Polisi. Saat itu memang ada kisruh antara Along dengan Precious Emuejeraye, terus suporter ramai dan kemudian Polisi datang menghentikan pertandingan padahal itu final.

Apakah pengalaman bermain di Indonesia ini diceritakan kepada keluarga atau pemain?
Saya bercerita kepada keluarga dan pemain tentang kondisi sepakbola di Indonesia. Ada banyak pemain Singapore jika ada kesempatan ingin bermain di Indonesia, karena dari mereka tertarik ketika melihat dari live streaming. Bagi mereka karena seru tidak dapat di Singapore.

Kenal Fandi Ahmad?
Saya kenal sekali dan pernah ngobrol saat dia sebagai pelatih di Young Lions. Di bercerita jika di Indonesia apa saja bisa terjadi, last minute ada perubahan, jadi harus siap.

Kenapa memilih nomer 6?
Saya tidak pernah berpikir memakai nomer berapa. Tetapi Robert yang memberikan intruksi kepada pemain tentang nomernya, Along 12, Saya 6, Meiga 1. Saat itu posisi kiper pertama adalah Markus Horison, tetapi Meiga yang diberi nomer 1. Saya tidak tahu apa alasannya tapi dia punya alasan karena nomer itu bikin hoki.

Robert juga menentukan kostum tim, mungkin ada fengshui-nya, bagaimana warna jersey biru tetapi kaos kaki merah. Kemudian jersey merah kaos kaki biru. Semua alasan itu yang tahu Robert.

Kelemahan sepakbola Indonesia?
Pendapat saya, mungkin struktur klub, dari PSSI harus benar dan rapi. Kalau sudah rapi dan solid, maka klub bisa ikut serta klubnya. Karena struktur ini sangat penting untuk mengembangkan sepakbola. Di Singapore sepakbola juga masih berkembang, masih kurang. Tapi struktur sudah ada dan bagus, hanya sponsor di Singapore kurang.

Masih main bola?
Saya lisensi B sudah lulus awal 2020. Sekarang saya bermain di divisi 1 Singapore di Warwick Knights FC. Harusnya dua bulan lalu bermain tetapi harus ditunda karena virus bermain mungkin pertengahan tahun.

Idola Ridhuan?
Saya idola Fandi Ahmad, waktu itu Singapore masih ikut Piala Malaysia. Kami tidak pernah kalah di kandang sendiri dan dia bermain bagus.

Kapan ke Malang?
Rencana ke Malang ada tahun ini, saat Arema main di kandang. Tapi buat waktu ini gara-gara virus corona harus ditunda. Harus benar-benar aman, baru bisa berpikir untuk ke Malang lagi.

Along bagi Ridhuan seperti apa, kayaknya soulmate sekali?
Sudah sebagai kakak, bukan bagi saya, tapi juga bagi pemain lain. Seperti Zul (Zulkifli Syukur), Bustomi, kita sudah dekat seperti kakak dan adik. Tidak hanya di dalam dan luar lapangan. Dia sekarang sibuk mengurusi tim, dia jadi manajer di Tanjong Pagar.

Paling enak main di Singapore klub mana?
Setiap tim ada kelebihan dan kekurangan, setiap klub punya mimpi dan target yang berbeda. Kalau Tampines maunya ya top three atau juara. Kalau benar-benar enak ya di Young Lions, banyak angkatan saya 1984, jadi waktu itu pemain muda dikumpulkan berlatih untuk timnas, dijadikan satu di Young Lions. Pemain seperti Baihakki, Khairul Amri, dan saya. Sehingga kita mampu jadi juara di Piala AFF dua kali.

Bahasa Malang yang diingat?
Sedikit, tapi saya bisa mengerti bahasa Jawa.

Kalau ada tawaran pelatih di Malang?
Ya mau sekali kalau ada kesempatan, ingin melihat Arema bangkit seperti dulu. Tapi semua harus bermula dari akademinya atau pemain mudanya. Tapi siapa tahu bisa kembali ke Malang sebagai pelatih dan bangkitkan Arema.

Kesibukan Ridhuan
Punya tugas, dikasih manajemen fasilitas untuk melatih SSB U-10.

Ada yang mau diungkapkan kepada Aremania dan Pusamania?
Fans dan suporter dan loyal dari aremania dan pusamania. Saya berterima kasih selama berkarya di Indonesia, kalian sudah mendukung walaupun waktu susah dan senang, menang atau kalah.

Tetap mendukung Arema ketika diujung degradasi (2011/12), kalian tetap suport yang positif. Saya berterima kasih dengan loyalitas yang ada.

Terima kasih kepada Borneo, yang memberikan kesempatan kepada saya di Piala Presiden. Tetapi saya mohon maaf tidak perform karena mungkin persiapan yang mepet.

Saya bangga bermain di Indonesia, walaupun 10-11 tahun, nama saya tetap dikenang di sana, jangan lupa buat semua orang Indonesia, ingat arahan pemerintah. Karena berdiam di rumah bisa menyelamatkan nyawa sesorang.