5 Pemain yang Tersingkir Sejak Eduardo Almeida Melatih Arema

5 Pemain yang Sudah Tersingkir Sejak Eduardo Almeida Melatih Arema
Wiga Brilian Syahputra (C) WEAREMANIA

Sejak Eduardo Almeida melatih Arema, ada perubahan komposisi pemain jelang bergulirnya Liga 1 2021-2022. Setidaknya sudah ada lima pemain yang tersingkir dari skuad Singo Edan dengan berbagai alasan.

Sebelum Almeida datang pun, pasca Piala Menpora 2021 sudah ada sejumlah pemain yang tereliminasi. Sebut saja duo Brasil, Caio Ruan dan Bruno Smith, hingga pemain lokal seperti Muhammad Roby yang dipastikan tak lagi berseragam Arema.

Pelatih asal Portugal itu juga sudah mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perampingan skuad. Almeida cuma ingin punya tim yang beranggotakan 25-26 pemain saja, sudah termasuk empat pemain asing.

Saat ini Arema sudah punya 22 pemain yang sudah dikontrak, dan sejumlah pemain jebolan Akademi Arema yang biasa mengikuti sesi latihan tim senior. Di antaranya ada tiga peman anyar, yakni Diego Michiels, Adilson Maringa (Brasil), dan Renshi Yamaguchi (Jepang).

Inilah 5 Pemain yang Sudah Tersingkir Sejak Eduardo Almeida Melatih Arema

1. Ikhwan Ciptady

Ikhwan Ciptady sejatinya kerap menjadi pilihan utama bersama Bagas Adi di sejumlah pertandingan pramusim, termasuk di Piala Menpora 2021. Namun, stopper asal Tangerang itu memilih hengkang ke klub Liga 2, Sriwijaya FC. Sepeninggal Ikhwan, posisi bek tengah Arema bisa dibilang menjadi posisi yang rawan lantaran minim stok pemain. Sebagai solusi, manajemen Arema tengah berupaya mendatangkan stopper lokal dan satu stopper asing.

2. Utam Rusdiyana

Kepergian Utam Rusdiyana sebenarnya sudah hampir terjadi dua musim terakhir, tetapi kiper asal Sidoarjo itu selalu selamat dan mendapatkan perpanjangan durasi kontrak. Sayangnya, rencana manajemen Arema mendatangkan penjaga gawang asing tak terelakkan lagi musim ini. Beberapa hari jelang kedatangan Maringa dari Brasil, Utam pun sudah menjalin kesepatakat dengan klub Liga 2, Persekat Tegal. Sebelumnya, Utam pun sempat bernegosiasi dengan PSG Pati, namun gagal.

3. Sandy Ferizal

Dipinjamkannya Sandy Ferizal tak bisa dipungkiri sebagai salah satu efek kedatangan Diego. Malang bagi pemain asli Malang itu lantaran posisinya yang sama dengan Diego, yakni bek kanan. Terlebih, pemain naturalisasi berdarah Belanda itu termasuk pemain versatile yang disukai Almeida. Diego bisa menjadi bek kanan, bek tengah, maupun bek kiri. Sementara Sandy, pernah gagal saat dicoba di posisi bek kiri di Piala Menpora 2021 lalu.

4. Ricga Febiyan

Terlalu dini memang menilai kualitas Ricga yang masih berusia 19 tahun. Tak heran jika gelandang asli Malang itu dipinjamkan Arema. Sejatinya, saat awal-awal kedatangannya ke Arema pertengahan musim 2020 lau, Ricga disebut-sebut punya kesamaan dengan gelandang serang legendaris Arema, Nanang Supriyadi. Namun, Arema memilih mendorongnya untuk menimba ilmu dan pengalaman dulu di klub lain.

5. Wiga Brillian

Nama Wiga Brillian mencuat usai Arema beruji coba dengan tim sepak bola PON Jawa Timur pada musim 2020 lalu. Penampilannya yang memikat membuat winger asli Malang ini direkrut Arema setelah namanya tercoret dari tim. Wiga sempat membuktikan kapasitasnya dengan mencetak gol di sejumlah laga uji coba. Namun, tak bisa dipungkiri posisinya yang sudah dijejali oleh sejumlah pemain senior berpengalaman membuatnya dipinjamkan.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.