7 Playmaker Lokal yang Bisa Menjadi Rekrutan Terbaik Arema Musim Depan

Salah satu ‘penyakit’ Arema yang ‘diagnosa’ oleh Aremania adalah kurang kreatifnya lini tengah, sehingga miskinnya kreasi serangan yang tercipta. Setidaknya, tujuh playmaker lokal ini bisa menjadi rekrutan terbaik Arema musim depan.

Sejatinya, harapa itu sempat terkembang ketika di bursa transfer pemain paruh musim Arema mendatangkan sosok Genta Alparedo. Nyatanya, pemain pinjaman dari Semen Padang itu tak bermain sesuai ekspektasi sebagai pengatur serangan.

Mau tak mau, musim depan Arema harus mendapatkan sosok kreator serangan itu. Umumnya, tugas sebagai pengatur serangan diemban oleh gelandang serang asing.

Masalahnya, komposisi empat pemain asing Arema saat ini sudah solid, mulai dari Adilson Maringa di kiper, Sergio Silva bek, Renshi Yamaguchi gelandang bertahan, dan Carlos Fortes penyerang. Artinya, jika ingin merekrut playmaker asing, siapa yang mau dikorbankan?

Kalau tak mau ada korban, musim depan mau tak mau Arema perlu mendatangkan sosok playmaker lokal berkualitas. Setidaknya, daftet playmaker lokal berikut bisa membantu.

Inilah 7 Playmaker Lokal yang Bisa Menjadi Rekrutan Terbaik Arema

1. Kim Jeffrey Kurniawan (PSS Sleman)

Kualitasnya sudah tak seperti sebelumnya, tapi nama Kim Jeffrey Kurniawan masih layak dikemukakan jika Arema butuh playmaker lokal rasa asing. Musim ini, bersama PSS Sleman, pemain berusia 31 tahun itu tampil dalam 28 pertandingan (2298 menit). Satu gol dan satu assist dibuat pemain keturunan Belanda itu.

2. Syahrian Abimanyu (Persija Jakarta)

Syahrian Abimanyu baru bergabung dengan Persija Jakarta di paruh musim setelah berpetualang ke Johor Darul Takzim (Malaysia) dan Newcastle Jets (Australia). Bermain delapan kali (634 menit), satu gol dan satu assist sudah dibuat pemain berusia 22 tahun itu.

3. I Kadek Agung Widnyana (Bali United)

I Kadek Agung Widnyana tampil bersama Bali United dalam 11 laga (380 menit) musim ini. Gelandang berusia 23 tahun itu tak pernah tampil penuh 90 menit, tapi enam kali masuk dalam starting line up. Status pemain asli Bali ini juga keluar masuk Timnas Indonesia asuhan pelatih Shin Tae-yong.

4. Septian David Maulana (PSIS Semarang)

Penampilan Septian David Maulana musim ini bersama PSIS Semarang cukup moncer. Pemain berusia 25 tahun itu dimainkan tim pelatih PSIS dalam 26 laga (2032 menit). Dua gol sudah dilesakkannya, dilengkapi dengan catatan enam assist untuk gol rekan satu timnya.

5. Brylian Aldama (Tanpa Klub)

Bylian Aldama pernah tampil bersama Timnas Indonesia U-16 dan U-19 dan menjuarai Piala AFF U-16 2018. Usai dikontrak tim kasta pertama Liga Kroasia, HNK Rijeka bersama David Maulana, Brylian dipinjamkan ke tim Divisi III, NK Pomorac. Kini, kabarnya pemain berusia 20 tahun itu tanpa klub.

6. Muhamma Alwi Slamat (Persebaya Surabaya)

Nama Muhammad Alwi Slamat pernah tercatat memperkuat Timnas Indonesia U-19 di tahun 2014. Namun, jangan meremehkan pengatur serangan Persebaya Surabaya ini. Pemain asli Tulehu itu masuk dalam daftar top passis musim ini, dengan 1085 passingnya. Satu gol dan satu assist juga sudah dicatatkannya.

7. Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC)

Siapa yang tak kenal dengan Evan Dimas Darmono yang jadi andalan lini tengah Timnas Indonesia sejak masih di tim U-19? Kini, wonderkid asli Surabaya itu menjelma sebagai playmaker lokal handal di Bhayangkara FC. Sejauh ini, pemain berusia 27 tahun itu sudah mengemas satu assist untuk timnya.

Pelatih Arema, Eduardo Almeida sendiri sempat menegaskan Arema musim ini tak butuh playmaker. BACA: Begini cara main Arema jika tanpa sosok playmaker.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.