Di Luar Non-Teknis, Arema Bisa Angkat Trofi Juara Piala Presiden 2022 di Samarinda

Secara teknis, Arema bisa angkat trofi juara Piala Presiden 2022 di Stadion Segiri, Samarinda di leg 2 babak final, Minggu (17/7/2022), pukul 20.30 WIB. Hanya faktor non-teknis yang harus diwaspadai skuad Singo Edan.

Sebelumnya, Arema mengalahkan Borneo pada leg 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (14/7/2022). Abel Camara menjadi pahlawan Arema sebagai pencetak gol kemenangan.

Teorinya, Arema cuma butuh hasil imbang di hadapan pendukung Borneo. Bagi Arema, bukan perkara sulit soal bertahan agar gawangnya tak kebobolan oleh lini serang Borneo yang dikenal produktif.

Sayangnya, pelatih Arema, Eduardo Almeida menegaskan tetap ingin mengincar kemenangan. Segala cara bakal dilakukannya demi membawa Arema meraih gelar Piala Presiden ketiganya meski harus menuntaskan di kandang lawan.

Inilah 3 Alasan Arema Bisa Angkat Trofi Juara Piala Presiden 2022 di Samarinda

1. Beban Pada Tim Tuan Rumah

Banyak yang bilang tim yang menjadi tuan rumah leg 2 selalu diuntungkan untuk bisa meraih hasil maksimal? Belum tentu, karena justru bisa menjadi beban tersendiri, termasuk bagi Borneo FC yang akan menjamu Arema.

Teori tim tuan rumah leg 2 diuntungkan itu baru bisa berlaku jika Borneo mampu menuai hasil positif di kandang Arema, minimal hasil imbang. Seperti yang dilakukan Arema saat menjuarai Piala Presiden 2019, imbang 2-2 di kandang Persebaya Surabaya, dan menang 2-0 di Malang.

Sekarang, dalam situasi tertinggal 1-0, Borneo dipaksa menang dengan mencetak gol lebih banyak dari Arema. Kewajiban ini yang bakal membebani Borneo di hadapan pendukungnya sendiri.

2. Unggul Recovery

Salah besar jika ada yang menganggap Borneo FC yang lebih unggul secara recovery kondisi pemain. Sekilas waktu recovery kedua tim sama-sama, karena menjalani laga leg 2 babak semifinal di kandang masing-masing di hari yang sama.

Masalahnya, Borneo harus bertandang lebih dulu ke Malang di leg 1 dengan masa persiapan cuma dua hari saja, dipotong sehari untuk perjalanan. Sementara, Arema, tinggal ‘duduk manis’ menunggu kedatangan Borneo di Malang.

Lagi-lagi, jarak leg 1 dan leg 2 cuma ada dua hari masa persiapan, dan dikurangi sehari untuk perjalanan. Karena sama-sama menempuh perjalanan ke Samarinda di hari yang sama, tinggal pintar-pintar pelatih masing-masing memberikan tritmen untuk mengembalikan kondisi fisik pemain.

3. Taktik Parkir Pesawat

Eduardo Almeida kesal dituding memainkan taktik parkir bus saat Arema mengalahkan Borneo FC di leg 1. Karenanya, pada leg 2 nanti skuad Singo Edan bakal disettingnya dengan pertahanan parkir pesawat.

Tudingan parkir bus itu dilayangkan pelatih lawan, Milomir Seslija gara-gara timnya gagal mencetak satu gol pun ke gawang Arema. Faktanya, Arema melepaskan 15 tembakan, sedangkan Borneo cuma melesakkan 10 tembakan.

Psywar taktik parkir pesawat ini pastinya bakal membuat Milo harus memutar otak untuk mencari cara lebih jitu untuk menjebol gawang Adilson Maringa. Ingat, hasil imbang adalah kiamat bagi Borneo.

Pada leg 1 lalu, Arema terbukti memaksimalkan efektivitas peluang mencetak gol. BACA: Abel Camara yang menjadi tumpuan di lini serang Arema sukses mencetak gol keduanya untuk Arema di ajang ini.