Mereka yang Gagal Ikut Angkat Trofi Juara ISL 2009-2010

Mereka yang Gagal Ikut Angkat Trofi Juara ISL 2009-2010
Arema juara ISL 2009-2010 (C) ONGISNADE

Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 setelah menanti selama 17 tahun lamanya. Namun, ada tiga orang yang gagal ikut angkat trofi juara tersebut.

Skuad Singo Edan yang dilatih Robert Alberts menjadi juara setelah bercokol di posisi pertama dengan mengumpulkan 73 poin hasil dari menang 23 kali, imbang empat kali, dan kalah tujuh kali. Raihan itu selisih enam angka dari Persipura Jayapura di posisi runner up dengan 67 poin.

Dari 17 laga kandang dan 17 laga tandang, Arema mampu melesakkan 57 gol ke gawang lawan. Sementara, gawang mereka haya kebobolan 22 gol, terbaik di antara kontestan lainnya.

Tak semua pemain ataupun staf pelatih yang dikontrak manajemen PT Arema Indonesia sejak awal musim bisa selamat sampai akhir mengangkat trofi. Setidaknya ada dua pemain dan satu staf pelatih yang harus rela tak ikut mengangkat trofi juara karena diputus kontrak di tengah jalan.

Lalu, Siapa Saja Mereka yang Gagal Ikut Angkat Trofi Juara ISL 2009-2010?

50. Markus Haris Maulana (Markus Horison)

Markus Horison terdepak dari skuad Arema di paruh musim usai terlibat peselisihan dengan Robert Alberts. Meski berstatus kiper utama Timnas Indonesia, nyatanya tak menjadi jaminan baginya tampil reguler di Arema.

Bermula dari kalimat protesnya kepada Robert yang tak memainkannya di sejumlah laga di pengujung putaran pertama, Markus terpaksa mengundurkan diri. Kepada sejumlah media, Robert menyebut kiper asal Medan itu mengalami depresi sehingga lebih memilih memainkan Kurnia Meiga sebagai kiper utama di timnya.

Sepanjang putaran pertama, Markus bermain di sembilan laga bersama Arema (810 menit). Pada putaran kedua, kiper plontos itu memilih hengkang ke Persib Bandung.

18. Jean Landry Poulangoye Mayelet

Jean Landry Poulangoye Mayelet adalah satu-satunya pemain asing Arema yang terdepak sebelum kompetisi ISL 2009-2010 berakhir. Gelandang asal Gabon yang didatangkan ‘satu paket’ dengan Pierre Njanka itu dinilai tak sesuai dengan ekspektasi dan harga kontraknya.

Sejatinya, pemain asal Gabon itu didatangkan manajemen Arema dengan serangkaian catatan mentereng bersama Tim Nasional-nya. Saat datang ke Arema, Landry berstatus sebagai pemain Timnas Gabon dengan 50 caps dan lima gol.

Selama mengenakan jersey Arema, Landry dimainkan dalam 11 pertandingan di putaran pertama (770 menit). Sembilan kali di antaranya, mantan pemain kelahiran 9 Maret 1976 itu menjadi starter, dua kali masuk sebagai pemain pengganti, dan empat kali digantikan.

Pelatih Kiper Herman Kadiaman

Herman Kadiaman merupakan pelatih kiper yang mendampingi Robert Alberts sejak pembentukan tim Arema bersama asisten pelatih Liestiadi dan Joko Susilo. Namun, kontrak pria asal Bandung itu harus berakhir di paruh musim.

Manajemen Arema memutus kontraknya bersamaan dengan kiper Markus Horison yang juga mengundurkan diri. Tidak ada alasan pasti untuk hengkangnya Herman ini, namun sejumlah spekulasi menyebutkan ada hubungannya dengan konflik antara Markus dan Robert Alberts.

Hanya saja, Robert kepada manjaemen sempat mengancam jika Herman didepak, maka pelatih asal Belanda itu ikut mundur. Nyatanya, Robert tetap bertahan dan menukangi Arema hingga menjuarai ISL 2009-2010.