Skuad Arema Dalam Formasi 3-5-2 Ala Eduardo Almeida

Reaksi Eduardo Almeida Setelah Liga 1 2021-2020 Ditunda
Eduardo Almeida (C) LUXY WEAREMANIA

Skuad Arema bisa saja menerapkan formasi 3-5-2 di bawah kepelatihan Eduardo Almeida. Pelatih asal Portugal itu memiliki amunisi yang cukup mumpuni untuk dipasang dalam formasi tersebut.

Formasi 3-5-2 bisa disebut formasi yang tradisional, karena sudah populer dipakai di Indonesia sejak lama. Formasi ini tergolong memiliki keseimbangan ketika bertahan maupun menyerang, karena punya dua sayap yang fleksibel.

Kelebihan dari formasi ini adalah memiliki tiga pemain bertahan murni dan dua pemain bertahan tambahan yang ada di sisi sayap kanan dan kiri. Kedua sayap itulah yang bisa fleksibel menjadi pemain bertahan saat diserang, dan berubah mengisi lini depan ketika menyerang.

Sementara, kekurangan formasi ini adalah stamina para pemain sayap yang cepat terkuras gara-gara naik-turun bertahan dan menyerang. Karenanya, para pemain sayap itu harus pandai-pandai mengatur tempo dan menjaga stamina.

Lini Belakang Arema dalam Formasi 3-5-2

Kalau memakai formasi ini, tentu ada tiga pemain belakang yang dimainkan di depan kiper. Mereka terdiri dari bek tengah semua, tanpa ada full back.

Bagas Adi Nugroho diprediksi menjadi pilihan utama dalam formasi tiga stopper ini. Kemampuannya dalam merebut bola dari kaki lawan bisa dipadukan dengan kemampuan bola atas dari stopper asing yang akan segera bergabung, dan Ikhfanul Alam yang gaya mainnya Malangan.

Sementara, pelapisnya didominasi oleh para pemain muda jebolan Akademi Arema, Mulai dari Achmad Galih, Achmad Figo, hingga Aji Saka.

Lini Tengah Arema dalam Formasi 3-5-2

Seperti yang sudah disebutkan, peran wing back di sisi kanan dan kiri akan sangat krusial dalam formasi ini. Selain itu, kinerja lini tengah juga harus ditopang dengan kombinasi tiga gelandang tengah yang terbagi atas satu gelandang bertahan dan dua gelandang serang, atau sebaliknya.

Arema punya banyak pemain yang sejatinya full back yang bisa dipasang sebagai wing back, seperti Diego Michiels dan Rizky Dwi di kanan, atau Johan Farizi dan Didik Ariyanto di kiri. Selain itu, para winger seperti Dendi Santoso, Ridwan Tawainella, Feby Eka, atau Bramntio Ramadhan juga bisa menempatinya.

Stok gelandang bertahan Arema ada Renshi Yamaguchi asal Jepang, hingga talenta lokal seperti Jayus Hariono, Vikrian Akbar, Seiya da Costa, dan Muhammad Faiz. Untuk gelandang serang, ada nama-nama seperti Hanif Sjahbandi, atau Dave Mustaine.

Lini Depan Arema dalam Formasi 3-5-2

Lini depan dalam formasi ini biasanya mengandalkan duet penyerang utama. Dua penyerang itu bisa berposisi sebagai penyerang asli ataupun second striker.

Kalau ingin memainkan duet penyerang murni, maka tim pelatih Arema bisa saja menurunkan duo Carlos Fortes-Dedik Setiawan, Carlos Fortes-Kushedya Hari Yudo, atau Dedik Setiawan-Kushedya Hari Yudo.

Misal ingin memainkan duet striker bayangan, duo Muhammad Rafli-Hamzah Tito bisa ditampilkan. Sementara, jika ingin memainkan komposisi striker murni dengan second striker, maka antara Carlos Fortes, Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo diduetkan dengan Muhammad Rafli atau Hamzah Tito.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.