Beda Nasib Hendro Kartiko Saat Jadi Pemain dan Pelatih Kiper Arema

Beda Nasib Hendro Kartika Saat Jadi Pemain dan Pelatih Kiper Arema
Hendro Kartiko (C) WEAREMANIA

Cukup jarang pemain yang bukan asli Malang berkesempatan untuk menjadi pemain lalu kelak masuk jajaran tim pelatih Arema. Di antara yang jarang itu ada nama Hendro Kartiko yang hari ini (24/4/2020) genap berusia 47 tahun.

Pemain kelahiran Banyuwangi, 24 April 1973 itu menjadi kiper Arema semusim saja, tepatnya di ajang Liga Indonesia (Ligina) 2007-2008. Di musim yang sama, Hendro juga memperkuat skuad Singo Edan di ajang internasional antar klub anggota AFC, Liga Champions Asia 2007.

Hendro yang kenyang pengalaman di sejumlah klub besar Tanah Air didatangkan Arema dari Persija Jakarta. Kiper berpenampilan plontos ini datang bersama sejumlah pemain lokal lain, seperti Elie Aiboy, Ortizan Solossa, dan Punaryo Astaman.

Semusim mengenakan jersey bernomor punggung 13 di Arema, Hendro belum pernah memmpersembahkan gelar juara. Prestasi terbaik mantan kiper Timnas Indonesia ini membawa Arema lolos ke babak 8 besar Ligina 2007-2008.

Hendro Kartiko Saat Kembali ke Arema

Lima tahun setelah meninggalkan Arema, Hendro Kartiko kembali, tepatnya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013. Bukan kembali mengenakan jersey kiper Arema, melainkan menjadi pelatih kiper mendampingi pelatih kepala Rahmad Darmawan.

Setelah mengakhiri ISL 2011-2012 bersama Mitra Kukar, Hendro yang dikenal dekat dengan RD (sapaan akrab Rahmad Darmawan) langsung dipanggil ke Arema. Bersamanya, ada pula Asisten Pelatih seperti Joko Susilo, Kuncoro, I Made Pasek Wijaya, dan pelatih fisik Satia Bagja Ijatna.

Berbeda nasib ketika masih menjadi pemain, torehan prestasi Hendro saat menjadi pelatih kiper Arema lebih bagus. Setidaknya, Arema mampu menempati posisi runner-up ISL 2013, dan membuat gawang mereka cuma kebobolan 33 gol dari 34 laga.