Branislav Radojcic, Pembawa Kultur Kiper Khas Eropa Timur di Arema

Branislav Radojcic, Pembawa Kultur Kiper Khas Eropa Timur di Arema
Branislav Radojcic (C) DANI KRISTIAN

Branislav Radojcic menjadi pelatih kiper Arema di Liga 1 2018. Pelatih kiper yang hari ini (24/6/2020) genap berusia 41 tahun itu menjadi pembawa kultur kiper khas Eropa Timur di skuad Singo Edan.

Pria kelahiran Serbia, 24 Juni 1979 itu didatangkan manajemen Arema pada bursa transfer paruh musim. Bane, sapaan akrabnya, diplot menggantikan pelatih kiper asal Brasil, Ricardo Navarro yang diputus kontraknya.

Kehadiran Bane bersamaan dengan Srdan Ostojic, yang juga didatangkan Arema di bursa transfer paruh musim. Kiper yang juga asli Serbia itu menggantikan Joko Ribowo yang hengkang ke PSIS Semarang.

Bane mengubah gaya latihan kiper Arema yang tadinya Brasil banget, yang menitikberatkan pada atraktifnya seorang kiper. Gaya latihan kiper ala Eropa Timur lebih fokus pada kekuatan dan ketangguhan fisik.

Representasi Filosofi Branislav Radojcic

Srdan Ostojic yang dibawanya ke Arema dianggap sebagai representasi kultur kiper khas Eropa Timur ala Branislav Radojcic. Hanya saja, minimnya jam terbang untuk si kiper membuat kultur yang diusungnya itu dinilai tidak sukses di Arema.

Sempat menjalani debut memukau dengan catatan cleansheetnya saat Arema menang 3-0 di kandang Sriwijaya FC (21/7/2018), Ostojic hanya mencatatkan empat caps (360 menit) hingga akhir musim. Nama Utam Rusdiyana dan Kartika Ajie lebih sering dipercaya untuk tampil di bawah mistar gawang Arema.

Meski demikian, kehadiran Bane mampu memperbaiki catatan jumlah kebobolan Arema pada putaran kedua. Gawang Arema kebobolan 22 gol pada putaran pertama, sedangkan pada puaran kedua menurun menjadi 20 gol.