Momen yang Takkan Pernah Dilupakan Noh Alam Shah dan FX Yanuar

Momen yang Takkan Pernah Dilupakan Noh Alam Shah dan FX Yanuar
Along vs Yanuar (C) BAMOS AREMA

Ada momen yang tak akan pernah dilupakan Noh Alam Shah dan FX Yanuar sepanjang hidup mereka. Keduanya pernah terlibat insiden cukup memalukan saat Arema menjamu Persela Lamongan di ajang Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 (4/5/2010).

Berlaga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema tertinggal dulu di menit 45 oleh gol Samsul Arif. Kemudian, dua gol Roman Chmelo di menit 60 dan 62 membalikkan skor menjadi 2-1 di hadapan Aremania.

Laga ini sendiri berlangsung dengan tensi tinggi, di mana Arema sempat mendapatkan tendangan penalti yang gagal dieksekusi Pierre Njanka di menit 66. Penalti diberikan wasit Oky Dwi Putra menyusul pelanggaran keras Yanuar kepada Alam Shah.

Duel antara kedua pemain memang kerap terjadi di sepanjang pertandingan ini. Wajar, karena Yanuar sebagai pemain belakang tidak ingin pertahanannya dilewati dengan mudah oleh penyerang Arema, Alam Shah.

Puncak Perseteruan Noh Alam Shah dan FX Yanuar

Puncak perseteruan antara Alam Shah dan Yanuar terjadi di menit 71. Ketika Arema memainkan tempo di daerah pertahanannya sendiri, insiden memalukan itu terjadi.

Along, sapaan akrab Alam Shah, kedapatan meremas kemaluan Yanuar ketika terjadi kemelut. Aksi itu dilakukannya tak lepas dari akumulasi emosinya mendengar Yanuar yang terus nyerocos melontarkan provokasi verbal.

Drama berlanjut ketika Yanuar membalas dengan sikutan ke arah Along. Kericuhan pun terjadi antar pemain kedua tim, hingga wasit Oky mengeluarkan kartu merah untuk Along dan Yanuar.

Tak terima karena niatnya bercanda dibalas sikutan, Along berusaha mengejar Yanuar yang menuju ke ruang ganti. Aparat keamanan yang berjaga langsung bertindah mencegahnya, bahkan pelatih Arema Robert Alberts turut menenangkan dengan merangkul Along.

Robert sendiri dalam sesi jumpa pers usai laga menyebut kartu merah untuk Along tak layak. Pelatih asal Belanda itu menyesalkan keputusan wasit Oky, meski tak membenarkan tindakan pemainnya.