More

    Sudah 12 Tahun Berlalu, Piala AFC 2014 Jadi Kenangan Terakhir Arema di Panggung Asia

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Sudah 12 tahun berlalu sejak Piala AFC 2014 menjadi kenangan terakhir Arema di kompetisi antarklub Asia. Sejak tersingkir pada babak 16 besar, Skuad Singo Edan belum pernah lagi tampil di AFC Cup, AFC Champions League, AFC Champions League Two, maupun AFC Challenge League.

    Seperti diketahui, General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mencanangkan target tinggi untuk musim 2026-2027. Pria yang akrab disapa Inal itu ingin Arema lolos ke kompetisi antar klub Asia lagi musim depan.

    Musim 2014 menjadi momen terakhir Arema mewakili Indonesia di level Asia. Hingga musim 2026, belum ada lagi kesempatan bagi klub asal Malang tersebut untuk kembali merasakan atmosfer persaingan antarklub terbaik di kawasan Asia.

    Perjalanan Arema di Piala AFC 2014 sebenarnya dimulai dengan hasil yang kurang ideal. Pada laga pembuka Grup F, Arema bermain imbang dengan tuan rumah Selangor FA 1-1 di Malaysia sebelum bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun atas Maziya S&RC dari Maladewa.

    Di Kanjuruhan, Arema menang dramatis 3-2 atas Maziya setelah sebelumnya menang 3-1 di kandang lawan. Tambahan enam poin tersebut menjadi fondasi penting dalam perjuangan mereka menuju fase gugur.

    Arema kemudian mengalahkan Selangor FA 1-0 melalui penalti Gustavo Lopez. Meski kalah 1-2 dari Ha Noi T&T pada laga terakhir grup, tim asuhan mendiang Pelatih Suharno ini tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar.

    Arema menutup fase grup sebagai runner-up Grup F dengan 10 poin dari enam pertandingan. Mereka mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, hanya kalah dari Ha Noi T&T yang menjadi juara grup dengan 15 poin.

    Perjalanan Arema di Asia akhirnya terhenti pada 14 Mei 2014. Bertanding di Stadion Mongkok, Hong Kong, Arema kalah 0-2 dari Kitchee SC melalui gol Jang Kyungjin dan Lam Ka Wai.

    Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Arema di Piala AFC 2014 sekaligus menjadi penampilan terakhir mereka di kompetisi Asia hingga saat ini. Sejak laga tersebut, Singo Edan belum mampu kembali merebut tiket ke turnamen antarklub Asia lagi.

    Fakta itu membuat Piala AFC 2014 memiliki tempat khusus dalam sejarah klub. Selain menjadi pencapaian terbaik Arema di era modern kompetisi Asia, turnamen tersebut juga menjadi kenangan terakhir ketika Dendi Santoso dan kawan-kawan membawa nama Arema bersaing di panggung internasional.

    Kini, setelah lebih dari satu dekade berlalu, kerinduan Aremania untuk melihat tim kesayangannya kembali melanjutkan kenangan terakhir Arema di Asia semakin besar. Tantangan berikutnya bagi Arema adalah mengakhiri penantian panjang itu dan kembali membawa nama Indonesia ke kompetisi antarklub Asia pada musim-musim mendatang. Mampukah?

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis