Saturday, July 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Malangan

Sejarah Ludruk Malangan, Begini Kisahnya

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
23 December 2021
in Malangan
0 0
0

Sejarah Ludruk Malangan mulanya berawal dari perlawanan pada masa-masa perjuangan. Tak heran jika tokoh lakon, cerita dan perlengkapan saat pertunjukan selalu mengacu pada kehidupan sehari-hari era perjuangan. Ludruk di Malang sendiri sudah ada sejak tahun 1930-an dan semakin populer dengan terbentuknya grup-grup Ludruk lainnya.

Ludruk Malangan Tahun 1930-an – 1940-an

Sekitar tahun 1930, berdirilah satu kelompok kesenian ludruk bernama Ojo Dumeh pimpinan Abdul Madjid. Selanjutnya, pada tahun 1936, muncullah kelompok ludruk lain bernama Ludruk Djoko Muljo pimpinan Nadjiran pada Embong Brantas. Kemudian lahirlah Ludruk Margo Utomo pimpinan Asnan atau Parto Gembos (sekitar 1936-1940), Sido Dadi Slamet pimpinan Temas tahun 1940-an, dan Luruk yang melakukan gerakan gerilya seperti Ludruk SAGRI (Sandiwara Angkatan Gerilya Republik Indonesia, 1947-1948) pimpinan Said Djajadi. Kelompok ludruk yang berorientasi hiburan baru muncul pada tahun 1949 membawa nama Ludruk Aliran Baru.

ArtikelTerkait

Menjelajah Kampung Arab di Kota Malang

Jembatan Mojopahit, Saksi Bisu Sejarah Malang

Relief Mahabharata di Candi Jago

Sarinah Malang, Dulunya adalah Gedung Concordia

ADVERTISEMENT

Tahun 1950-an

Tahun 1950-an ludruk menjadi hiburan utama di Malang. Pada masa ini berdiri kelompok ludruk-ludruk baru yang terkenal dengan nama Ludruk Bladjaran. Perkumpulan Ludruk Bond Malang Selatan pimpinan Kaprawi berdiri tahun 1952, dan salah satu anggotanya adalah Ludruk Bintang Malang Selatan. Tahun 1950-1960 berdiri beberapa kelompok ludruk malangan yang bernaung pada organisasi massa dan organisasi sosial politik. Beberapa kelompok ini antara lain Ludruk Juli Warna pimpinan Markasan, Ludruk Taruna pimpinan dr. Safril dan Gatot, Ludruk Bintang Massa (LKN) pimpinan Samsuri, serta Ludruk Melati (Lekra) pimpinan Darmo tahun 1960.

Tahun 1960-an – 1970-an

Pasca tahun 1965 beberapa ludruk Malang bergabung menjadi satu, seperti Ludruk Putra Bhakti menjadi Ludruk Anoraga dengan pembina Yonif 513 Brigif 2 Dam VIII Brawijaya. Pada tahun 1970-an kelompok ludruk menjadi binaan ABRI. Ludruk Anoraga dilebur menjadi Ludruk Wijaya Kusuma Unit II Inmindam VIII Brawijaya, Ludruk Sinar Budaya dibina oleh Brimob Kompi A Yon 412, Ludruk Karya Sakti dibina oleh Kodim 0818 Malang, Ludruk Perkasa Alam dibina AURI Malang.

Ludruk Malangan Kini

Pada tahun 1984, Malang memiliki sebuah organisasi ludruk yakni Paguyuban Organisasi Ludruk Malang (POLMA). Suyono, salah seorang seniman ludruk Malang, adalah salah satu pengurusnya. Pada masa itu, kesenian ludruk masih berkembang. Tak hanya itu, Malang juga memiliki sebuah organisasi ludruk bernama PALMA atau Paguyuban Ludruk Arek Malang. Namun, paguyuban ludruk Malang yang ada saat ini seakan mati suri.

Sementara jika menilik ke Kabupaten Malang, terdapat beberapa paguyuban seni ludruk yang masih bertahan seperti Ludruk Armada yang di Desa Rembun, Kecamatan Dampit. Meski banyak tergeser dengan gempuran seni modern, ludruk pimpinan Eros Djarot Mustadjab tetap bertahan untuk menghidupkan kesenian luhur itu. Hampir satu dekade, Armada sempat mengalami masa-masa sulit. Saat ini mulai bangkit kembali.

Hingga kini, tak banyak kelompok ludruk malangan yang tersisa. Hanya beberapa kumpulan ludruk dengan pemain yang tersebar dari berbagai wilayah Malang Selatan dan Batu. Upaya untuk melestarikan Ludruk Malang banyak terkendala oleh pemain yang sekarang beralih profesi, tempat pementasan yang minim dan perhatian banyak pihak yang melihat ludruk sebagai kesenian berkonotasi negatif. Padahal nilai-nilai budaya yang tersirat dalam pementasan ludruk sangat relevan dengan jiwa sekarang yang selalu membutuhkan gerak sosial yang dinamis.

Baca juga kesenian khas Malang yang tak kalah berbudaya: Jaran Dor, Kesenian Jaran Kepang Malang yang Sarat Kekuatan Magis
Tags: kesenian jawa timurkesenian ludrukludrukludruk malangmalangan
ShareTweetSend
Previous Post

Rasakan Sensasi Menginap di Pohon Inn Hotel Kota Batu

Next Post

Sejarah Desa Lebakharjo, Desa Pramuka di Indonesia

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Frikadeller perkedel
Kuliner

Frikadeller vs Perkedel, Kuliner Warisan Belanda?

11 October 2024
Ngalampedia

Asal Usul Kata Mbois Di Wilayah Malang

4 August 2024
Ngalampedia

Sejarah Dua Jembatan Belly Karangkates

22 April 2024
Destinasi

Daftar Aneka Grup Kesenian dan Budaya di Malang Raya

14 February 2024

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.