Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Candi Sapto dan Legenda Arca Penjaga Gunung Kelud

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
20 January 2022
in Destinasi, Sejarah
0 0
0

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

Candi Sapto, sebuah peninggalan sejarah yang berada pada wilayah Kasembon, Kabupaten Malang bagian barat. Lokasinya dapat ditemukan tepatnya di Desa Bayem atau kurang lebih berjarak 54 kilometer dari Kota Batu. Candi ini merupakan candi Budha yang pada saat penemuannya tidak berbentuk sebuah bangunan, namun sekumpulan arca. Bagaimana ceritanya?

Lima Arca

Candi Sapto berada pada areal yang cukup luas, yakni 500 meter persegi. Pada sekelilingnya, Anda dapat menemukan pohon atau tanaman-tanaman perdu sebagai pembatasnya. Cerita tentang asal-usul candi ini tidak begitu jelas karena kurangnya sarana informasi dari pemerintah Kabupaten Malang sendiri. Hanya saja, saat Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan mendapati lima buah arca yang berkumpul membentuk setengah lingkaran dan menghadap ke arah gunung Kelud.

Nama Candi Sapto mungkin membawa sedikit informasi akan keberadaannya. Dalam bahasa Jawa, Sapto berarti Tujuh. Meski begitu, perlu lebih banyak clue lagi untuk menguak apa maksud dari nama “Sapto” ini, karena julamh arca yang ada hanya berjumlah lima saja. Semua arca ini kondisinya terpotong hanya setengah badan, dan kelimanya tanpa kepala. Bahkan, salah satunya sudah tidak begitu berbentuk dan hanya tersisa batunya dengan tumpukan yang sembarangan.

Penelusuran Arkeolog

Melansir dari Arkeolog Ekspedisi Samala Malang Post, Dwi Cahyono menerangkan, penamaan Candi Sapto berasal dari penemuan tujuh arca yang berada pada kawasan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan lokasinya, arca dalam kawasan Candi Sapto tersebut adalah arca dari dewa mahayana budhisme. Dwi menjelaskan, dalam pantheon budhisme Mahayana terdapat banyak budha, beberapa yakni dyanibudha dan dyanibodhisatwa. Dua jenis budha tersebut dibedakan berdasarkan pakaian kebesaran.

Dyanibudha tidak memakai pakaian kebesaran, sedangkan dyanibodhisatwa memakai pakaian kebesaran dan segala aksesorisnya seperti upawita, mahkota, kankana, dan lainnya.

Arca tanpa kepala di Candi Sapto | Foto: http://kim-markas.blogspot.co.id/

Candi Sapto dan Tatanan Tujuh Arca

Tujuh arca ini merupakan sistem tatagatha, yaitu susunan dewa budhayana, konfigurasinya selalu ganjil. Empat plus satu atau enam plus satu dengan posisi wara mudra dan satu budha di tengah dengan posisi cakra mudra. Jika memperhatikan lebih lanjut, Candi Sapto mengarah pada Gunung Kelud sehingga bisa jadi fungsinya adalah penjaga Gunung kelud, peran yang hampir sama dengan Candi Bocok.

Yang menarik, jika mengamati detail arcanya, bisa saja candi ini belum selesai pengerjaannya. Buktinya, arca yang ada tidak memiiki bagian kepala, bahkan sebagian masih berbentuk bongkahan batu saja. Selain itu, ada juga arca yang masih belum memiliki ragam hias.

Dugaannya, pembangunan candi ini belum selesai namun kemudian terjadi letusan Gunung Kelud yang memang masih aktif. Sehingga, bagian yang terlihat saat ini adalah puncak candi yang terbuat dari campuran bahan batu bata berukuran besar dengan batuan andesit hasil dari lontaran gunung Kelud.

Lokasi

Jika Anda berminat mengunjungi tempat ini, Anda dapat menemukannya dengan mudah. Jika dari jalur Malang, Pujon, Kediri, Anda dapat berbelok kanan dari Kasembon setelah kurang lebih 300 meter dari SMP PGRI. Dari sana perjalanan tinggal 5 kilometer ke arah Desa Bayem. Dari perempatan tugu putih tetap lurus dan kemudian ada pertigaan SDN Bayem 2 belok kiri dan disitu lokasi Candi Sapto.

Papan larangan di Candi Sapto | Foto: http://kim-markas.blogspot.co.id/
Papan larangan Candi Sapto | Foto: http://kim-markas.blogspot.co.id/

Masih banyak cerita tentang penemuan candi Malang. Salah satunya candi kerajaan terbesar Malang nih! Baca juga: Awal Mula Cerita Candi Singosari Ditemukan

ADVERTISEMENT
Tags: arca malangcandi malangCandi SaptoLegenda Arca Penjaga Gunung Kelud
ShareTweetSend
Previous Post

Toiwo House Coffee, K-Popers Pasti Betah Nongkrong di Sini

Next Post

Ngopi Ala Korea di Kopi Chuseyo Malang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Malangan

Relief Mahabharata di Candi Jago

25 October 2024
Berita Terbaru

5 Rekomendasi Wisata Candi yang Tersembunyi di Malang Raya

8 May 2024
Berita Terbaru

Candi Baru di Bumi Kanjuruhan sebagai Bentuk Replika dari Candi Jawar

17 May 2022
Foto Candi Badut © Raynardthan Pontoh
Berita Terbaru

6 Candi di Malang dan Mitos yang Menyelimutinya

4 August 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.