Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, banyak orang menyebutnya sebagai Desa atas awan. Meskipun bukan termasuk berada pada titik tertinggi Malang, mengapa demikian? Ternyata hal tersebut memiliki hubungan dengan kisah asal usulnya, berikut penjelasannya
Dalam istilah Bahasa Jawa, menggunakan kata awang-awang untuk menyebut suatu tempat yang berada atas awan. Dari kata awang-awang itu lah kemudian tempat ini tersebut sebagai Ngawonggo.
Dari dulu, Desa Ngawonggo berada pada sebuah dataran tinggi area lereng gunung.
Kondisi ini membuat kita dapat melihat gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan.
Ada pula yang menghubungkan asal usul Desa Ngawonggo dengan situs tiga petirtaan atau kolam pemandian yang berada pada bagian sebelah selatan batas desa. Petirtaan tersebut merupakan bagian dari sistem pengairan atau pengelolaan air bersih untuk Kahyangan Kaswangga. Sebuah komunitas keagamaan besar pada zamannya. Nama Kaswangga itu lah yang kemudian berkaitan dengan asal usul desa ini.
Barat daya Desa Ngawonggo juga terdapat sebuah punden/makam Mbah Jalaluddin (Mbah Suroyudo). Pria yang datang dari Ponorogo itu adalahi orang yang melakukan babat alas pada wilayah desa yang dulunya hutan belantara menjadi pemukiman. Pria yang berjuluk Warok Ponorogo itu ke Malang atas dasar menjalankan tugas dari gurunya, Mbah Bayat untuk mengajarkan agama Islam pada sekitar tahun 1476 M. Ia berjalan ke selatan ditemani seekor anak harimau berdasarkan petunjuk bintang jatuh. Baru pada 1480 M, ia menemukan Desa Ngawonggo sebagai tempat yang gurunya maksud.
Setelah wafat pada 1550 M, perjuangannya berlanjut oleh murid-muridnya, yakni Mbah Irodipo yang makamnya ada pada sisi barat desa, Mbah Gambreng yang makamnya ada pada sisi selatan, dan Mbah Maruk yang makamnya ada pada perbatasan dengan Desa Ngembal.
Mereka menamai Desa Ngawonggo dengan mengadopsi nama sebuah kerajaan yang Adipati Suwangkarno pimpin. Nama itu berasal dari cerita seni wayang kulit yang termashur pada masa itu.
Baca juga artikel menarik lainnya Sejarah Dusun di Desa Kendalpayak, Kabupaten Malang





