Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Cerita di Balik Demo Penolakan Omnibus Law di Kota Malang

Ongis Mbois by Ongis Mbois
8 October 2020
in Berita Terbaru
0 0
0
Cerita di Balik Demo Penolakan Omnibus Law di Kota Malang

Demo Penolakan Omnibus Law di Kota Malang, Kamis (8/10/2020) siang menjadi bagian cerita tersendiri dalam sejumlah aksi serupa yang terjadi di Indonesia. Aksi di Bundaran Tugu Kota Malang yang menolak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI itu berbuntut kericuhan.

Pagi-pagi sekali, barisan keamanan sudah bersiap menghadapi aksi demonstrasi yang bakal digelar di depan gedung Balaikota Malang dan DPRD Kota Malang tersebut. Tak sedikit pasukan yang disiagakan, dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Tercatat ada sebanyak 1.200 personel yang mengamankan aksi ini. Kawat berduri turut disiapkan untuk mengamankan gedung Balaikota Malang dan gedung DPRD Kota Malang.

Demo ini diikuti oleh massa aliansi mahasiswa se-Malang Raya dan kaum buruh. Sebelum sampai di Alun-alun Tugu depan Balaikota Malang, para pendemo yang berjumlah mencapai ribuat orang melakukan pergerakan dari tiga titik, dari Stadion Gajayana, arah utara mulai Hawai Water Park, dan dari Stadion Kanjuruhan.

Demo Penolakan Omnibus Law Dibuka dengan Orasi

Sebelum menuju ke Balaikota, mahasiswa membuka aksi mereka di perempatan Rajabali, Kota Malang. Masing-masing perwakilan mahasiswa berorasi menggunakan pengeras suara. Mereka menuntut pembatalan omnibus law cipta kerja. Undang-undang yang baru saja disahkan itu dinilai tidak berpihak pada rakyat. Mereka kemudian berjalan menuju Alun-alun Tugu untuk bergabung dengan massa buruh yang sudah menunggu.

Aksi ini membuat arus lalu lintas yang melintasi Jalan Tugu harus dialihkan ke sejumlah jalur alternatif. Para pengguna lalu lintas, terutama yang dari maupun ke Stasiun Malang Kotabaru atau sekitarnya diminta menghindari Alun-alun Tugu.

Kericuhan Membuat Halaman gedung DPRD Bak Medan Perang

Massa pendemo anti UU Cipta Kerja melempari gedung DPRD dengan batu, botol, bahkan petasan. Pihak keamanan berupaya meredam aksi tersebut sebelum akhirnya membuat halaman gedung sudah seperti medan perang.

Semprotan air dari water canon dikerahkan untuk menghalau massa yang ricuh. Namun, mereka tak bergeming dan terus melancarkan lemparan ke arah gedung DPRD. Akhirnya, gas air mata pun disemprotkan kepada massa pendemo. Namun, para peserta demo tetap berusaha merangsek masuk ke gedung DPRD Kota Malang. Kawat berduri pun tak luput dari sasaran aksi anarkis ini.

Pameran UMKM di Gedung DPRD Kota Malang Turut Terimbas

Oknum massa aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang melakukan pelemparan batu dan botol ke arah gedung DPRD Kota Malang sempat menimbulkan kepanikan. Sebab di saat yang sama, di dalam gedung juga tengah digelar pameran batik.

Pameran itu berlangsung di lobby utama gedung DPRD. Ada puluhan pengusaha mengikuti pameran ini. Kebanyaka dari mereka merasa panik oleh kehadiran massa. Bahkan, ada pula yang sampai bersembunyi di kolong meja untuk mencari perlindungan.

Ada sejumlah video yang beredar di dunia maya yang menampilkan situasi di dalam gedung pameran ketika terjadi kericuhan di luar gedung. Tampak ada sejumlah bara flare yang diduga dilemparkan pendemo ke arah gedung wakil rakyat tersebut.

Kericuhan pendemo gedung DPRD itu juga membuat sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir di halaman. Ada sekitar 15 kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Fasilitas Umum dan Mobil Dinas Turut Menjadi Korban

Aksi pendemo anti UU Cipta Kerja ini membuat sejumlah fasilitas umum di sekitar area Alun-alun Tugu rusak. Bahkan, mobil-mobil dinas berplat merah pun turut jadi sasaran amuk massa.

Salah satunya adalah mobil milik BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), mobil bagian Kehumasan dan Patwal Pol PP. Terakhir, mobil Patwal Pol PP CRV turut hangus dibakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp10-15 juta.

Selain itu, ada pula bus Polres Batu, truk dari Polres Blitar, dan kendaraan dinas dari Polresta Malang Kota juga dirusak massa. Untuk kerugiannya, pihak yang berwenang belum merilis angka taksirannya.

Ada Peserta Demo yang Ditangkap

Sebagai imbas dari aksi demo di kawasan Alun-alun Tugu, ada sejumlah pihak yang ditangkap polisi. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada awak media membenarkan hal tersebut.

Pada pukul 17.15 WIB, dipastikannya semua aksi demo sudah berakhir, tak ada aksi lanjutan. Dari aksi tersebut pihak kepolisian mengamankan 80 pemuda. Mereka akan diperiksa lebih lanjut, mengenai peran masing-masing dalam aksi yang berakhir ricuh tersebut.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: demodemo anarkisdemo di Kota MalagOmnibus lawundang-undang cipta kerja
ShareTweetSend
Previous Post

Tanaman Hias untuk Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

Next Post

Malang Memanas, Aksi Demonstran Diluar Kendali

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Berita Terbaru

Pedagang Pasar Belimbing Tolak Relokasi

24 April 2022
Aturan Lembur Terbaru dari Omnibus Law Ciptaker
Berita Terbaru

Aturan Lembur Terbaru dari Omnibus Law Ciptaker

5 November 2020
Mau Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 15 Pelajar Kota Malang Ditangkap
Berita Terbaru

Mau Ikut Demo Tolak Omnibus Law, 15 Pelajar Kota Malang Diamankan

21 October 2020
Ketua DPRD Kota Malang Siap Temui Masa Demo Tolak Omnibus Law
Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Malang Siap Temui Masa Demo Tolak Omnibus Law

19 October 2020

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.