Di dalam hutan lindung di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tersembunyi keindahan sebuah air terjun. Warga setempat menyebutnya Coban Wagio yang terletak di lahan Perhutani KPH Malang.
Kamu harus dalam kondisi sehat dan memiliki fisik dan stamina prima sebelum mengeksplorasi Coban Wagio ini. Sebab, untuk bisa sampai di area coban tidak lah mudah. Kamu butuh perjuangan keras dan nyali tinggi.
Perjalanan Menuju Coban Wagio
Letak coban ini masih cukup jauh dari perkampungan penduduk, yakni sekitar 4,5 kilometer. Namun hanya sekitar 1,5 kilometer di antaranya yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Sisanya, kamu harus menembus hutan dengan berjalan kaki.
Selain sempit, yakni hanya sekitar setengah meter, kondisi jalan pun licin, maka butuh kewaspadaan tinggi saat mencoba melewatinya. Kamu harus ekstra hati-hati, karena di kedua sisi jalan setapak itu terdapat jurang yang sangat curam. Di sepanjang jalan juga ditumbuhi rumput ilalang yang harus dipotongi terlebih dahulu agar lebih mudah dilalui.
Setelah berhasil menaklukkan jalan setapak penuh ilalang yang dikelilingi dengan jurang tersebut, perjalanan berlanjut dengan misi menjinakkan aliran sungai. Inilah satu-satunya jalan menuju ke Coban Wagio. Karena tidak ada jalan lain, maka kamu harus menceburkan diri ke aliran sungai tersebut.
Selain itu, kamu harus melompati sejumlah batu besar yang melintang di tepi sungai. Hal ini terpaksa dilakukan karena tak jarang di antara aliran sungai ini memiliki kedalaman lebih dari satu meter, sehingga tak mungkin jika diceburi.
Tak hanya bebatuan, perjalanan menuju ke coba ini juga kadang kala terhalang rumpun bambu yang tumbang melintang di tengah-tengah sungai. Solusinya, kamu disarankan membawa peralatan seperti sabit, gergaji, dan tali di dalam tas untuk memotongnya.
Keindahan Coban Wagio yang Mencengangkan
Rasa lelah setelah berjalan menaklukkan halangan dan rintangan menuju ke area air terjun akan terobati. Setidaknya, eksotisme Coban Wagio yang mencengangkan akan membuat lelah itu hilang.
Di depan mata akan terpampang air terjun setinggi 25 meter. Siapa saja yang datang akan terpesona olehnya. Air terjun itu jatuh di antara dua sisi tebing yang mengapit. Luberan air terjun yang jatuh di antara bebatuan sungai ini mengalir membentuk coban kecil.
Airnya yang sebening air mineral kemasan bakal menggoda siapa saja untuk meminumnya. Saking jernihnya, bebatuan yang ada di dasar sungai pun dapat dilihat dengan jelas. Kejernihan air dari coban ini terjaga sepanjang musim.
Airnya diyakini berasal dari Sumber Ayek-ayek yang terletak di Pegunungan Tengger. Sementara, aliran sungai yang ditimbulkan air terjun ini akan mengalir terus hingga ke Sungai Lesti.
Kamu yang suka berenang atau sekedar berendam dapat menceburkan diri ke genangan air di coban ini. Rasakan kesegaran air terjunnya agar stamina pulih kembali dan siap menempuh perjalanan pulang.
Rute Menuju ke Coban Wagio
Kawasan coban ini masih sangat alami karena belum banyak dijamah orang. Untuk mencapainya, dari pusat Kota Malang kamu cuma butuh waktu sekitar satu jam saja.
Dari Kota Malang, arahkan kendaraan ke timur menuju Kecamatan Pakis, Kecamatan Tumpang, lalu ke Kecamatan Poncokusumo. Carilah Desa Poncokusumo. Tak perlu bingung, karena kamu cukup mengikuti papan petunjuk jalan.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.





