Berikut kenangan – kenangan yang ada di sma negeri 8 Malang
1. Petugas Tatib
Di usia senjanya, pria paruh baya yang akrab disapa Mbah Djito itu masih tampak ‘bengis’ di mata para siswa SMA Negeri 8 Malang. Mbah Djito sering melakukan razia ke kelas-kelas di jam pelajaran. Setiap hari ada saja yang kena ‘ciduk’, karena tidak pakai dasi lah, sabuknya ketinggalan lah, bahkan hanya karena kukunya panjang (sudah mirip seperti razia anak SD). Apalagi ketika marak-maraknya peredaran CD blue film alias film porno di kalangan pelajar kala itu.
Begitu Mbah Djito pensiun, hampir semua penghuni kampus Smarihasta merasa lega dan bersyukur. Namun rasa suka cita mereka tak bertahan lama ketika sosok Bapak Nuriman diangkat menjadi Ketua Tatib baru, menggantikan Mbah Djito. Oleh para siswa, pria yang agak lebih muda dan enerjik dari Mbah Djito itu dijuluki Onizuka-nya Smarihasta. Sekedar catatan, Onizuka adalah karakter guru killer dalam sebuah manga Jepang yang tenar di tahun 2000-an. Sepak terjangnya lebih ‘ganas’ dari seniornya yang sudah pensiun. Mereka yang datang dengan atribut yang tak lengkap pun langsung ‘diseret’ menuju ruang Tatib di ujung doorlop (ruang terbuka yang menghubungkan pintu masuk utama gedung SMA Negeri 8 ke ruang guru hingga halaman belakang).
2. Marwan Sang Legenda
Siswa SMA Negeri 8 Malang angkatan 2000-an pasti mengenal sosok Marwan. Hampir setiap hari, dia selalu datang ke sekolah dengan berpakaian rapi, hem putih dilapisi rompi polos yang tiap harinya berganti warna, dipadukan dengan celana panjang kain berwarna gelap. Sebelum bel sekolah dibunyikan pada pukul 06.30 WIB, Marwan sudah berdiri di depan pintu masuk utama gedung sekolah.
Konon, dari cerita yang berkembang dari mulut ke mulut siswa seangkatan dan para senior, Marwan adalah alumni Smarihasta (ketika masih bernama PPSP dulu). Ada kisah yang menyebutkan bahwa dulunya dia merupakan siswa terbaik di Sekolah PPSP, hingga dikirim dalam pertukaran pelajar ke Jerman. Sepulang dari negeri tersebut, konon Marwan mengalami masalah kejiwaan. Kata orang awam, dia terlalu pintar, sampai-sampai kepintaran otaknya melebihi ambang normal. Marwan merasa masih sebagai siswa PPSP, meski sekolahnya itu dulu sudah bertahun-tahun berubah nama menjadi SMA Negeri 8. Uniknya, setiap anak-anak Smarihasta mengajaknya mengobrol perihal pelajaran, Marwan masih nyambung.
3. Andihka Pratama
Siapa orang Malang yang tak mengenal sosok Andhika Pratama? Artis multi talenta yang sudah merambah dunia entertainment Indonesia sebagai penyanyi, aktor, bintang iklan, dan presenter ini memang salah satu alumni SMA Negeri 8 Malang.
Dulu, Andhika dikenal dengan panggilan akrab Londo. Panggilan dari rekan-rekan satu angkatannya itu rasanya cocok disandang oleh Andhika. Pasalnya, saat masih menjadi siswa Smarihasta, presenter andalan SCTV dan Indosiar itu berpenampilan seperti bule dengan rambutnya yang pirang panjang belah tengah. Belum lagi kulitnya yang putih pucat menambah yakin penghuni sekolah yang berpapasan dengannya menyangka Andhika adalah seorang blasteran.
4. BK dan La Pilank
Ketika kuping kita mendengar nama BK, selalu saja pikiran kita, alumni SMA Negeri 8 Malang langsung tertuju pada ruangan kecil di sebelah ruang Tatib. BK yang dimaksud di sini adalah Warung Bu Komari, sebuah warung yang terletak di belakang parkiran area sekolah, dekat dengan gedung SMP Negeri 4 Malang. Warung BK bukan sekedar warung makan biasa, karena di situlah tempat nongkrong rekan-rekan seangkatan, dari kelas 2.5 hingga naik ke kelas 3 Bahasa.
Sementara itu, La Pilank adalah tempat ngumpul untuk makan siang atau sekedar minum es yang terletak di gang kecil di antara bangunan sekolah Smarihasta dan SMK Negeri 2 Malang. La Pilank-lah tempat nongkrong yang paling tenar. Satu yang istimewa di sini, dindingnya disediakan khusus untuk dicoret-coret oleh para siswa untuk meninggalkan kenangan, berupa gambar, tandatangan atau pun ucapan kesan dan pesan.
5. Balapan Liar
Selain terkenal sebagai sekolahnya artis dan model lokal, SMA Negeri 8 Malang dulu terkenal juga akan pebalap liarnya. Hampir setiap hari sepulang sekolah, senior-senior selalu menggeber motor modivikasi masing-masing di seberang jalan depan sekolah. Para junior kelas 1 dan 2 pun ada yang terlibat, namun bisa dihitung dengan jari.
Dulu, persis di depan pintu gerbang Smarihasta ada U-turn alias belokan yang lumayan luas. Setiap ada yang balapan, para senior memblokir Jalan Veteran, mulai jalan depan gerbang Universitas Brawijaya sebelah timur (Bank BNI) hingga U-turn tersebut dijadikan arena kebut-kebutan ilegal.



