Rugos adalah kependekan dari huruf gosok, sebuah alat yang populer pada tahun 90-an. Sebenarnya, rugos adalah sebuah merk perusahaan Surabaya yang memproduksi deretan huruf dan angka siap tempel. Saat ini, mungkin Anda lebih familiar dengan bentuk berupa stiker cutting. Huruf dan angka dengan berbagai pilihan gaya tulisan ini sangat berguna pada zaman dahulu untuk menulis daftar makanan warung, dan bahkan membantu mahasiswa mengerjakan tugas kuliahnya.

Rugos sendiri adalah merk dagang. Sebelumnya ada barang sejenis yang merupakan barang impor dengan merk Letraset ataupun Mecanorma. Namun, nama ini lebih terkenal untuk menyebut barang berupa cetakan huruf dan angka tersebut. Hampir sama dengan penyebutan kata Honda (sepeda motor) ataupun Aqua (Air mineral).
Pada umumnya, rugos memproduksi template berupa huruf dan angka, namun ada juga yang berupa pattern seperti bangunan, mobil dan gambar lain dengan flat style berwarna hitam. Tipe barang ini sangat membantu mahasiswa teknik mengerjakan tugas menggambar bangunan.
Bagi anak sekolahan, rugos berguna untuk menghias majalah dinding, mendisain cover sebuah makalah, ataupun memberikan judul kliping. Maklum, zaman dahulu teknologi printing masih sangat kurang. Tak hanya itu, bahkan arsitek pun memanfaatkan rugos untuk membuat sebuah gambaran rumah ataupun maping lokasi suatu daerah.
Tampilan Rugos
Penjualan barang ini dalam bentuk lembaran. Tiap lembarnya terdapat beberapa set huruf, angka dan tanda baca. Jumlah karakternya menyesuaikan dengan besarnya. Semakin besar karekter, semakin sedikit jumlahnya. Biasanya, terdapat kode untuk tiap ukuran huruf ini seperti 7x, 6x, ataupun 5x.
Pada umumnya, jumlah huruf vokal jumlah lebih banyak dibandingkan dengan dengan huruf konsonan. Seringkali pengguna rugos melakukan modifikasi terhadap huruf tertentu misalnya W menjadi M. Atau bahkan ketika titik atau koma habis maka terkadang menggunakan spidol untuk menuliskannya.
Dahulu, warga Malang dapat dengan mudah menemukan barang satu ini. Rugos terdapat pada toko biasa, tempat fotokopi maupun toko buku. Spot yang paling banyak menjual barang ini adalah tempat-tempat dekat kampus seperti seputaran Jalan Sumbersari dan Dinoyo.
Popularitas
Kepopuleran rugos mulai melemah semenjak era teknologi komputer dan printer datang ke Indonesia. Dengan peralatan digital, hanya dengan mengetik huruf atau membuat gambar pada layar komputer dan langsung bisa dicetak. Pekerjaan yang lumayan tidak berkeringat jika dibandingkan dengan menggosok huruf secara manual satu persatu menggunakan rugos.
Selain itu, penggunaan komputer juga membantu orang-orang yang tingkat ketelitiannya rendah, dan juga lebih menghemat waktu dan tenaga. Sebab, jika salah tulis, Anda dapat dengan mudah mencetak kembali file yang sudah ada. Berbeda dengan rugos yang harus mengulang penulisan dan menjadi boros membuang beberapa karakter atau bahkan membuang banyak lembar.
Penasaran bagaimana sistem pemakaiannya? Klik.

