Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang berdiri pada tahun 1970 silam. Dalam sejarahnya, Pusat Kesehatan Masyarakat ini ternyata ada campur tangan dari orang Cina yang merupakan pendatang baru dalam daerah tersebut.
Saat itu, Kecamatan Sumberpucung merupakan sebuah kecamatan yang sangat luas. Terbukti memiliki jumlah penduduk sekitar 50 ribu jiwa yang tersebar dalam 12 desa. Pada waktu itu, Kecamatan Kromengan masih merupakan sebuah desa yang tergabung dalam kecamatan tersebut.
Suatu ketika pada tahun 1970, ada seorang Mantri Kesehatan bernama Rinto ‘menyulap’ rumah pribadinya menjadi sebuah Poliklinik. Lokasi rumah itu berada pada seberang Kantor Pos Sumberpucung. Cukup lama Poliklinik itu dikelola langsung oleh Rinto, hingga akhirnya ia pensiun.
Pada waktu itu, seorang bernama Imam menggantikan Mantri Kesehatan. Karena sejak awal Poliklinik Sumberpucung menggunakan rumah pribadi milik Mantri Rinto, ia kemudian menyewa sebuah rumah pada daerah Rekesan. Lokasi rumah ini berada tak jauh dari lokasi Puskesmas saat ini, yakni berjarak tiga rumah saja.
Poliklinik Sumberpucung Baru
Menyadari sarana Poliklinik Sumberpucung yang cukup memprihatinkan, Muspika Kecamatan Sumberpucung pun merespon. Camat Sumberpucung kala itu, Budi Prayitno, bersama Syo’ir Danramil Sumberpucung, dan Sudjadi mengajak Kepala Desa Sumberpucung, Moelyo Ardjo untuk berembug. Mereka membicarakan nasib Poliklinik Sumberpucung yang rencananya akan pindah ke lahan anyar.
Akhirnya, dari musyawarah itu, Muspika setempat akan membangun sebuah Puskesmas pada tanah kas Desa Sumberpucung seluas kurang lebih satu Hektar. Selainjutnya, pada saat yang bersamaan, ada seorang pendatang Desa Semberpucung bernama Go Ka Tyap. Saudagar Cina itu mengaku siap menyediakan dana pembangunan Puskesmas sampai selesai, asal pemerintah desa memberinya izin mendirikan usaha perdagangan hasil bumi. Tokonya berada tepat depan Masjid Baiturrohman Sumberpucung, pertigaan Pakel.
Begitu pembangunannya selesai, bangunan itu pun langsung difungsikan. Dengan demikian, Puskesmas Sumberpucung menempati lahan dan bangunan milik sendiri yang dikelola oleh pemerintah desa.
Sudah banyak Mantri Kesehatan yang mengabdi pada Puskesmas ini, mulai dari Imam, Prayim, Tri Darmodjo, Udiyono, dan lainnya. Sementara itu, bidan-bidannya adalah Prayim, Kartinah, Musfah, dan lain sebagainya
Pernah mendengar kisah Bendungan Karangkates yang memerah darah? Baca ini: Kisah Bendungan Karangkates yang Memerah





