Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Kisah Pilu di Balik Monumen Perjuangan Polri Di Tlogowaru

Ongis Mbois by Ongis Mbois
13 May 2024
in Sejarah
0 0
0

Monumen Perjuangan Polri di Tlogowaru adalah salah satu bukti sejarah yang menjadi pengingat perjuangan Polri di tahun 1947. Monumen yang terletak di perbatasan Desa Tlogowaru dan Desa Genengan ini menceritakan peristiwa sejarah pada Agresi Militer I.

Agresi Militer I

Tepatnya pada tanggal 9 November 1947, ada 10 pasukan Brigade Mobile alias Brimob yang bertugas menjaga keamanan Desa Tlogowaru dan sekitarnya. Pada dini hari pukul 2 pagi, pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 200 orang menyerbu tempat peristirahatan anggota BrigadeMobile. Kedatangan pasukan ini berasal dari arah barat setelah berhenti di Pos Keamanan II di darah Kendal Payak.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Seorang korban bernama Warimin, bersaksi atas kedatangan Belanda dari arah Barat Tlogowaru dengan menembaki rumah penduduk. Setelah sampai di Desa Genengan pasukan Belanda mulai memisahkan diri, membentang dan mengelilingi desa. Dalam penyerbuan tersebut, pasukan Belanda mengambil senjata (Bayonet) milik anggota Brigade Mobile.

Senjata ini diketahui sudah disembunyikan pasukan Mobile Brigade sebelum tidur. Persembunyian senjata ini jauh dari pos peristirahatan Brimob, dan telah disembunyikan dibalik tumpukan batang pisang. Namun dicurigai adanya penyusup alias mata-mata yang membocorkan rahasia ini pada pihak Belanda.

Penyerangan Belanda

Penyerbuan Belanda dimulai dengan menangkap warga yang melakukan patroli keliling kampung. Mereka kemudian diikat dengan tali dan dijajarkan pada pinggiran parit. Tidak cukup demikian, warga ini kemudian disiksa dengan cara ditendang dan dipukul menggunakan Bayonet. Pada waktu yang sama, pasukan Belanda lain membunuh warga yang masih berada dalam rumah dengan cara menusuknya. Hampir semua korban yang tewas isi perut mereka terburai keluar.

Pasukan Brigade Mobile yang tertangkap dan terbunuh ditemukan terbakar diatas tumpukan sampah kedelai. Tak hanya itu, jasad anggota polisi tersebut disandarkan pada bukit sehingga sehingga nampak dapat menyangga tubuhnya. Beberapa pasukan Brimob yang berhasil menyelamatkan diri adalah mereka yang menceburkan diri ke sungai. Selain itu ada yang bersiasat melumuri tubuhnya dengan darah temannya yang telah tewas, kemudian bersembunyi di bawah tempat tidur.

Setelah penyerangan berakhir, pasukan Belanda pergi dengan menembaki rumah-rumah penduduk menggunakan senjata milik anggota Brimob yang telah gugur. Mereka membawa serta 4 anggota Mobile Brigade beserta beberapa penduduk lainnya sebagai tawanan. Mereka diboyong menggunakan truk Polri menuju pusat kota untuk diinterogasi.

Monumen Perjuangan Polri Tlogowaru

Untuk mengenang jasa pasukan Polri yang gugur di medan pertempuran, dibuatkanlah monumen perjuangan ini di Tlogowaru. Beberapa korban yang gugur dalam penyerangan Belanda ini antara lain:

AP (Algemeene Politie/polisi umum) I Abdul Rachman, AP I Sukardi, AP II Soebadi, AP II Selo, AP II Ponidjan, AP II Amat, AP II Koesaeri, AP II Diman, AP I Abdil Madjid, AP II Imam, AP II Satelim, Alim (Sipil), Narijah (penduduk), dan Durrakim (penduduk).

Meski demikian, tidak semua nama korban tertulis dalam Monumen Perjuangan Polri Tlogowaru karena monumen ini dikhususkan untuk para anggota Polri saja.

Tah hanya monumen di Kota Malang, ada juga Monumen Palagan Mendalan, Monumen Perjuangan Masyarakat Kasembon

Tags: agresi militer belanda Ibrigade mobilebrimobMobile BrigadeMonumen Polripenyerangan belandasejarah tlogowaruTlogowaru
ShareTweetSend
Previous Post

Pura Ismoyo, Pura Unik Di Atas Pulau Ismoyo Balekambang

Next Post

Embong Arab Malang dan Cerita di Baliknya

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

No Content Available

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.