Berbicara tentang kopi memang tidak ada habisnya ya, nawak. Seperti yang kita tahu, trend “ngopi” saat ini semakin hits di semua kalangan. Ternyata, malang punya kopi legendaris yang sudah ada sejak lama, lo. Namanya Kopi Sido Mulia, sebuah Living Legend Coffee yang terkenal dengan wangi dan cita rasanya yang khas. Sido Mulia menjadi merk kopi pada tahun 1959. Tidak heran jika kopi favorit generasi ke generasi ini membawa memori tersendiri saat dikonsumsi.
Sejarah Sido Mulia
Kopi Sido Mulia tersedia di Toko Sido Mulia yang berdiri sejak tahun 1948. Toko yang dibangun oleh Tjing Eng Hwie di jalan Cokroaminoto 2B-2C, dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Mulanya, toko ini bernama Toko Hwie dan merupakan sebuah restoran dan Toko Palawija. Peralihan menjadi toko kopi baru dilakukan pada tahun 1953 setelah Tjing Eng Hwie mendapatkan ide dari Nyonya Belanda. Menurutnya, Kota Malang memiliki udara yang sejuk sehingga sangat cocok untuk minum kopi.
Sayangnya, aturan pemerintah pada PP No. 10 tahun 1959 melarang orang asing berdagangan eceran di tingkat kabupaten ke bawah. Sehingga, Tjing Eng Hwie menghentikan perdagangan dan mengutamakan produksi penggilingan bubuk kopi.
“Dulu toko ini namanya Toko Hwie sesuai dengan nama pemiliknya, tapi kemudian harus berganti nama, sehingga diganti Sido Mulia. Saat itu memang ada aturan seperti itu, sehingga merek kopi Sido Mulia sekaligus menjadi nama tokonya,” kata Sonny Tjandra, putra pertama Tjing Eang Hwie dikutip dari Merdeka.
The Living Legend Coffee
Kopi Sido Mulia menjadi merk kopi terkenal di Malang. Poduksi kopi yang berada dalam toko memberikan feel tersendiri. Wangi biji kopi yang menyeruak ke sudut-sudut toko mengisyaratkan kenikmatan asli biji kopi. Rahasianya tak lain karena biji-biji kopi yang diproses merupakan biji pilihan yang didatangkan dari daerah Dampit, Malang. Biji yang digunakan harus benar-benar masak sebelum diolah. Selain itu, biji kopi ini harus disimpan selama satu tahun sebelum digoreng.
Terdapat beberapa varian Kopi Sido Mulia, diantaranya adalah Arabika dan Robusta. Kopi Arabika yang disukai warga asing ini dikemas dalam alumunium foil dengan label warna kuning. Lain dengan Robusta alias Kopi Istimewa, yang dibungkus plastik bening. Kopi jenis Robusta dijual dengan kualitas dan harga yang bervariasi. Tak heran ya jika kopi legendaris ini kerap dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke daerah lain.
Baca juga: Varian Kopi Lokal Dari Karang Ploso
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.



