Risiko utama mereka yang turut menangani pasien covid-19 adalah tertular. Hal itu dialami 24 tenaga kesehatan Kota Batu yang kini jadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) covid-19.
Seluruh nakes itu sekarang ini tengah menjalani proses isolasi di Wisma Talithakum, Jalan Metro, Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Setidaknya, mereka harus berdiam diri di sana selama minimal 14 hari.
Dari 24 orang tenaga kesehatan itu, 15 orang di antaranya adalah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Karsa Husada, dan sembilan lainnya dari Dinas Kesehatan Kota Batu. Mereka baru saja bergelut menangani pasien covid-19 di Kota Batu.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Batu, M Chori menegaskan, para tenaga kesehatan yang masuk dalam daftar PDP itu sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam menangani pasien covid-19. Mereka pun sudah menjalankan standar kesehatan, bahkan level 3.
“Namun, para tenaga kesehatan tersebut punya riwayat kontak dengan pasien konfirm positif Covid-19 kedua yang kebetulan juga sebagai tenaga medis,” kata Chori.
24 Tenaga Kesehatan Kota Batu Sudah Jalani Rapid Test
Menurut Chori, 24 tenaga kesehatan yang jadi PDP baru itu sudah menjalani rapid test. Hasilnya pun reaktif positif, sehingga dinyatakan masuk daftar PDP. Selanjutnya, mereka harus menjalani tes swab, di mana hasilnya belum keluar.
“Semua PDP ini, semuanya ada gejala pneumonia,” imbuhnya.
Saat ini, sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Batu, jumlah PDP sudah mencapai angka 47 orang. Rinciannya adalah 27 orang dalam pengawasan, dan 18 orang selesai pengawasan. Sementara, emmpat orang lainnya meninggal dunia. Mereka adalah dua warga Kelurahan Songgokerto, satu warga dari Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, dan satu warga dari Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.






Discussion about this post