Pandemi virus corona (covid-19) di Kota Malang ternyata membangkitkan kreativitas warga masyarakat, tak terkecuali dari kalangan Pondok Pesantren. Terbukti, Ponpes Bahrul Maghfiroh dan Al-Hikam bikin alat penangkal virus corona.
Dilansir dari Malangtimas, alat penangkal virus corona ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari pihak Ponpes. Pengelola Ponpes Bahrul Maghfiroh, Prof. M. Bisri mengatakan, produksi alat penangkal covid-19 yang mirip Bilik Sikat Corona (Sico) buatan Universitas Brawijaya itu bermula dari diskusi yang dilakukan bersama Wali Kota Malang, Sutiaji. Dalam diskusi itu, Sutiaji berkeinginan agar ada alat yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi diri dari virus corona.
“Lalu saya menghubungi teman Teknik Mesin. Lalu muncullah ide membuat bilik yang kemudian dinamai Bilik Sico oleh Pak Walikota. Bilik tersebut terinspirasi dari Vietnam yang memiliki alat serupa,” kata Bisri.

Pemkot Malang Memesan 50 Alat Penangkal Virus Corona
Sutiaji menilai, alat penangkal virus corona tersebut efektif diproduksi dengan jumlah banyak. Karenanya, pihak Pemkot Malang memesan 50 unit yang akan diletakkan di sejumlah instansi pemerintahan, pasar, dan tempat umum lainnya.
Bisri menjelaskan, pihak Ponpes tidak hanya memenuhi permintaan dari Pemkot Malang. Saat ini, mereka juga menerima banyak pesanan dari instansi pemerintah lain di luar Kota Malang. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun ikut memesan alat tersebut.
Selain itu, alat penangkal virus corona ini juga laris di kalangan rumah sakit di Malang Raya. Bahkan, rumah sakit di daerah lain di Jawa Timur, seperti Kota Blitar juga ikut mengantre pesanan Bilik Sico.
Bisri menjelaskan, saat ini pihaknya mulai mengalami kesulitan dalam menyediakan bahan baku pembuatan alat penangkal covid-19. Namun, komitmen untuk terus memenuhi pesanan tetap dijaganya. Sekarang ini, pesanan dari rumah sakit menjadi prioritas pihaknya.
“Inginnya kami mengirim di Kota Malang saja dan dibuatkan contoh agar ditiru daerah lain, tapi ternyata banyak yang ingin dibuatkan,” tandasnya.
Ponpes Al-Hikam pun Membuat Alat Serupa
Pondok Pesantren Al-Hikam pun ternyata memproduksi alat serupa. Mereka menyebutnya dengan nama Bilik Uap yang dibuat sejak pekan lalu.
Setiap orang yang sowan ke Ponpes tersebut akan terlebih dulu disambut dengan Bilik Uap di pintu masuk. Tujuannya tentu untuk mencegah penyebaran virus corona ke dalam Ponpes tersebut. Santri maupun masyarakat pengunjung Ponpes yang ingin melaksanakan salat berjamaah bisa tetap leluasa.
Salman Al Farisy selaku Pengurus Alumni Pesantren Al Hikam menjelaskan, bilik uap yang diproduksi itu merupakan bentuk ikhtiar menghadapi covid-19. Sejauh ini, baru ada dua alat yang dipasang di Ponpes tersebut.
“Tidak hanya bilik, tapi di gedung masuk juga disiapkan alat cuci tangan lalu hand sanitizer,” ujarnya.
Menurutnya, cairan yang dipakai dalam Bilik Uap buatan Ponpes Al-Hikam merupakan cairan kesehatan non-disinfektan. Karenanya, ada jaminan uap tersebut tak berbahaya bagi tubuh manusia.
Sama seperti Bilik Sico, Bilik Uap pun juga bakal diproduksi massal. Sejauh ini sudah ada pemesanan dari berbagai instansi hingga masjid di Kota Malang. Bahkan, daerah lain di Jawa Timur pun ikut memesannya. Sebut saja dari Kabupaten Malang hingga Bojonegoro.
“Sudah banyak yang minta dibuatkan. Ini bukan bisnis, melainkan bentuk ikhtiar bersama,” pungkasnya.






Discussion about this post