Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) sudah memiliki gambaran biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan vaksin virus corona (covid-19). Perkiraan harga vaksin pun sudah diperkirakan.
Dikutip dari Malang Post, Ketua Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi, Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya butuh biaya besar untuk mengembangkan vaksin covid-19. Harga vaksin ditaksirnya sebesar Rp75 ribu per orang.
Perkiraan harga itu diambil dari harga vaksin dalam kurs US Dollar. Harga aslinya mencapai USD5 per vaksin.
“Jika harga vaksinnya USD5, artinya per vaksin butuh uang Rp75 ribu. Maka, paling tidak kami membutuhkan Rp26,4 triliun,” kata Ghufron dalam konferensi pers.
Rumus Menghitung Harga Vaksin Covid-19
Ghufron menyebut, perkiraan biaya itu dihitung dengan menggunakan rumus viro. Rumus ini diketahui dipakai untuk menghitung berapa orang yang perlu divaksin.
Menurutnya, perhitungannya dibuat satu orang dapat menularkan virus kepada hingga tiga orang. Lalu, menghitungnya dengan mengalikan 2/3 (dua per tiga) dan 260 juta penduduk Indonesia. Hasilnya, didapat angka 176 juta unit vaksin.
Dari hasil tersebut, jika satu orang membutuhkan vaksin dua kali, maka diperlukan 352 juta unit vaksin. Terakhir, tinggal mengalikan saja dengan harga satu unitnya saja.
“Biaya tentu saja besar dan butuh banyak usaha dari semua pihak, peneliti, akademisi, serta investor,” imbuhnya.
Butuh Proses Satu Tahun untuk Vaksinasi
Ghufron juga menjelaskan, untuk proses vaksinasi para pasien positif butuh waktu. Menurut perkiraannya, estimasi waktu yang dibutuhkan sekitar satu tahun.
Seperti diketahui, saat ini Pemerintah telah melakukan uji coba penemuan vaksin dengan menggandeng negara lain, salah satunya pemerintah Korea Selatan. Agustus mendatang, uji klinis fase kedua penelitian vaksin covid-19 ini akan dilaksanakan.
“Setelah vaksin siap, setidaknya kita perlu satu tahun untuk memvaksinasi semua orang itu,” tandasnya.
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.






Discussion about this post