Hari Raya Idul Adha yang tida terjadi secara bersamaan ini membuat kegiatan penyembelihan hewan qurban juga terjadi di dua hari yang utama. Tentu hal ini akan banyak daging hewan qurban yang menyebar ke masyarakat. soal wabat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi ramai di beberapa waktu lalu membuat sebagian masyarakat khawatir. Sebab, ditakutkan jika hewan yang disembelih untuk qurban tersebut merupakan hewan yang terpapar PMK.
Namun, saat ini masyarakat tak perlu khawatir, sebab pengawasan hewan yang ber-PMK dilakukan untuk kepentingan Hari Raya Idul Adha. Dengan hal ini, Pemkot Malang menerjunkan tim untuk mengawasi hewan yang terpapar PMK. Khususnya dilakukan di lapak-lapak yang menjual hewan qurban.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mencatat terdapat sebanyak 35 lapak hewan kurban. Jumlah ini termasuk menurun jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu yang mencapai 40 lapak.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, pengecekan kesehatan ini dilaukan oleh 430 personel. Dengan rincian , 30 personel dari dispangtan, terdiri atas 5 dokter hewan dan 30 paramedis. Sedangkan 400 personel lainnya bantuan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya. Mereka adalah calon dokter hewan. “Setidaknya kami dapat bantuan 400 mahasiswa FKH UB,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispangtan Kota Malang Anton Pramudjiono.
Anton juga menambahkan jika sejauh ini sebanyak 400 mahasiswa tersebut telah disebar ke 35 lapak penjualan hewan kurban. Dengan adanya wabah PMK, maka mau tak mau pihaknya harus turun langsung untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban.
Dari hasil pengecekan sementara, kata Anton, hewan kurban yang dijual mayoritas kambing sudah dalam kondisi yang benar-benar sehat. Hal ini juga ada pedagang yang sudah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang sempat diinstruksikan oleh dispangtan beberapa waktu lalu, sehingga pembelinya sendiri juga tak perlu khawatir.
Tak hanya mengecek di lapak pedagang, tim juga turun saat penyembelihan hewan kurban. Terutama mulai Sabtu besok (9/7) sebagian umat Islam sudah mulai merayakan Idul Adha. “Muhammadiyah merayakan hari Sabtu. Jadi kami nanti menyebar ke beberapa titik,” jelas Anton.
Dekan FKH UB drh. Dyah Ayu Oktavianie AP MBiotech mengatakan, pihaknya sendiri telah menugaskan kepada sebanyak 400 mahasiswanya sejak saat wabah PMK merebak bulan lalu. Mahasiswa ini diambil dari sejumlah angkatan jenjang sarjana. “Kami menugaskan mahasiswa angkatan 2018-2021, serta sebagian dari mahasiswa PPDH (program pendidikan dokter hewan),” jelasnya.





