Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC), mendapatkan donasi berupa 1.5 ton beras untuk keperluan Kampung Tangguh di sejumlah RW di Kota Malang.
Dijelaskan oleh Waketum PSSI, Iwan Budianto bantuan ini disampaikan setelah dirinya menampung informasi terkait keberadaan Kampung Tangguh yang digagas Satgas Covid-19 UB dengan MBLC.
“Konsepnya bagus untuk ketahanan pangan dalam upaya turut memutus penyebaran Corona. Warga diberikan edukasi mulai terkait protokol kesehatan, sampai upaya membangun ketahanan pangan secara gotong royong,” ujarya.
Ditambahkan IB, pihaknya hanya mampu memberikan bantuan sedikit berupa beras untuk turut andil mensukseskan program Kampung Tangguh.
“Kita optimis dengan adanya Kampung Tangguh ini melalui semangat persaudaraan arek arek Malang dan salam satu jiwa, kesulitan warga dapat di bantu bersama,”paparnya.
Sementara itu, Sudarmaji, Jubir MBLC menyampaikan terima kasih atas bantuan beras untuk kampung tangguh dari para donatur. Bahwa bantuan ini semata mata juga mengapresiasi ide gagasan Universitas Brawijaya (UB), sekaligus petinggi TNI/Polisi di Malang Raya.
“Bapak Danrem beserta jajarannya serta kepolisian luar biasa bekerja berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan kampung tangguh ini. Ini wujud semangat gotong royong dan manusia manusia Pancasila yang respect dengan urusan kemanusiaan,” terang Sudarmaji.
Karena itu, Sudarmaji meminta agar kita jangan surut untuk bersatu dan bergotong royong. Melalui kekuatan Arema FC, mari berbuat yang terbaik untuk kota kita, semua pihak harus bersatu.
Perlu diketahui, untuk tahap awal, kampung tangguh yang diprogramkan UB terdiri dari 10 RW di beberapa lokasi di wilayah Kota Malang.
Dua program penyaluran distribusi pangan
Untuk mensuplai kebutuhan pangan warga, MBLC membuat dua program penyaluran distribusi pangan yakni Bantuan Sembako Langsung (BSL) dan Bantuan Lumbung Pangan (BLP).
BSL akan diberikan kepada RW untuk dusalurkan ke masing masing RT bagi warga miskin yang diprioritaskan untuk menerima bantuan. Sedangkan BLP untuk kebutuhan suplai lumbung pangan yang dibuat dan dikelola warga seandainya sewaktu waktu diputuskan status darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Kampung Tangguh akan menjalankan sebanyak 12 SOP terkait penanganan Corona di masing masing wilayahnya.






Discussion about this post