Tahun ini Indonesia masih dalam masa pandemi, sama halnya seperti 2 tahun yang lalu. Dari awal pandemi sudah banyak aturan yang dikeluarkan oleh dinas kesehtan hingga pemerintah tentang kewajiban yang dikeluarkan saat keluar rumah. Saat musim mudik pemerintah juga tidak berhenti mengeluarkan aturan serta syarat tertentu untuk masyarakat saat mudik. Sehingga saat pandemi masih menjadi beban yang luar biasa dengan bukti kenaikan jumlah orang yang positif covid-19, pemerintah mewaspadai agar virus tidak semakin merabah ke banyak orang.
Tujuan pemerintah cukup baik untuk menanggulangi hal ini, namun saat itu menjadi beban yang berat bagi sebagian besar masyarakat karena terhalangnya untuk dapat bertemu dengan keluarga secara bebas.
Berbeda dengan tahun ini, pemerintah kini lebih meringankan aturan bagi masyarakat untuk dapat mudik saat libur lebaran. Berbagai aturan mulai dikurangi dan cukup meringankan masyarakat yang hendak mudik.
Selain itu, diperkirakan mobilitas kendaraan tahun ini saat arus mudik lebaran akan meningkat. akibat dari kelonggaran oleh pemerintah tersebut. Melihat dari kondisi yang ada, diperkirakan juga tingkat konsumsi bahan bakar minyak juga tentu akan ikut meningkat secara signifikan.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Malang, Pertamina Fuel Malang menyebut ada potensi kenaikan konsumsi sekitar 15 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. Pada tahun lalu, Pertamina Fuel Malang mencatat angka distribusi BBM sebanyak 17.042 kiloliter (KL) per hari. Di tahun ini, mereka bakal menaikkan distribusi BBM menjadi 19.537 KL per hari. ”Jumlah itu sudah termasuk Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo, yang kami distribusikan ke 1.378 SPBU di Malang Raya,” kata Tim Comunication Relation Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Arya Yusa Dwi Candra.





