Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

PSBB Harus Melalui Skoring, Walikota Malang Kurang Setuju

Ongis Mbois by Ongis Mbois
29 April 2020
in Berita Terbaru
0 0
0
PSBB Harus Melalui Skoring, Walikota Malang Kurang Setuju

Kadiskominfo Provinsi Jatim Benny Sampir Wanto menyebut PSBB harus melalui skoring sebagai salah satu persyaratan sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar itu diberlakukana di Malang Raya. Namun, Walikota Malang, Sutiaji megaku pihaknya kurang setuju akan hal itu.

Sebelumnya, tiga Kepala Daerah di Malang Raya berkumpul di Kantor Bakorwil (Badan Koordinator Wilayah) Malang, Selasa (28/4/2020) malam untuk membahas mengenai usulan pengajuan PSBB ini. Selain Sutaji, hadir pula Bupati Malang HM Sanusi dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Benny yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa skoring merujuk pada Permenkes No. 9 Tahun 2020 tentang PSBB. Skoring ini merupakan sebuah proses penilaian dari tiga indikator kasus covid-19 (virus corona) di masing-masing daerah. Tiga indikator itu adalah tingkatan kenaikan kasus positifnya signifikan atau tidak, tingkatan transmisi lokal virus, dan epidemologi kasusnya.

“Kalau nilainya 1-5 maka hanya karantina wilayah. Kalau itu nilainya sudah delapan, maka PSBB. Kalau nilainya 6-7 bisa PSBB atau tidak. Jadi nanti masing-masing kabupaten/kota akan menginformasikan scoring di daerah masing-masing. Yang menilai nanti adalah Kemenkes,” kata Benny.

PSBB Harus Melalui Skoring Menghambat Langkah Preventif

Walikota Malang, Sutiaji menilai penerapan skoring justru akan menghambat langkah preventif pencegahan covid-19. Menurutnya, justru langkah preventif itu yang menjadi inti dari penerapan PSBB di wilayah Malang Raya.

Sutiaji meminta kepada Pemprov untuk memangkas alur skoring indikator tersebut agar pencegahan persebaran covid-19 di Malang raya tidak terlambat. Toh, menurutnya usulan penerapan PSBB itu dilandasi oleh semakin meningkatnya kasus covid-19 di Malang Raya.

“Andai diskoring mungkin Kota Malang sudah masuk (memenuhi syarat). Secara kasat mata saya pikir Kabupaten Malang juga sudah masuk. Hanya Kota Batu yang tidak masuk,” imbuhnya.

Sutiaji juga menyebut alur panjang proses skoring indikator sangaat mengkhawatirkan. Sebab, menurutnya kasus covid-19 di wailayahnya berbeda. Di Kota Malang, kasus positif corona mulai banyak menimpa kalangan tenaga kesehatan (nakes).

“Saya pikir tidak usah pakai skoring segala. Nakes di Kota Malang sudah banyak yang positif covid-19. Saya khawatir kita lambat, karena nakes kami sudah tidak berdaya lagi ketika kasus terus bertambah,” pungkasnya.

Didukung Pihak Rumah Sakit Saiful Anwar

Permintaan Sutiaji untuk meniadakan proses skoring indikator sebagai syarat pengajuan PSBB di tengah pandemi covid-19 (virus corona) dapat dukungan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Wakil Direktur RSSA, dr Syaifullah yang turut hadir dalam pertemuan menyatakan sependapat.

Menurut pengakuannya, sekarang ini kondisi nakes di Kota Malang, khususnya di RSSA sebagai rujukan utama sangat terbatas. Saat ini pihak RSSA tengah menyiapkan gedung paviliun sebagai tempat isolasi tambahan.

Syaifullah menyebut makin terbatasnya ruang isolasi itu bukan karena pasien positif corona yang bertambah, melainkan untuk penanganan khusus ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pantauan). Menurutnya, penanganan ODP dan PDP butuh standar yang sama seperti pasien positif covid-19.

“Nakes bisa kelelahan kalau pasien terus bertambah. Jika sudah kelelahan, ini masalah bagi semua. Saya pikir PSBB akan sangat membantu, karena saat ini fasilitas kesehatan dan tenaga juga sangat terbatas,” tandasnya.

Tags: Berita CoronaCoronaCorona di MalangPembatasan Sosal Berskala BesarPSBBPSBB Malang RayaRSSASutiajiVirus Corona
Share358TweetSend
Previous Post

Rumah Makan Kertanegara ala Kerajaan

Next Post

5 Tips Mencegah Penyebaran Virus COVID-19

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Berita Terbaru

Sutiaji Melepas Keberangkatan Calon Jamaah Haji Asal Kota Malang

20 June 2023
Berita Terbaru

ORRO Studio Animasi Dari Kota Malang Go Internasional ke Hongkong

27 April 2023
Berita Terbaru

Target Perbaikan Jalan Rusak Kabupaten Malang akan Rampung sebelum Lebaran

29 April 2022
Berita Terbaru

Pemkot Malang Wacanakan Tembok Alun-alun Tugu Dijebol

30 December 2021

Discussion about this post

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.