Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Sejarah Makam Mbah Mbatu (BAtu)

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
17 July 2022
in Berita Terbaru
0 0
0

Kota Batu memiliki sebuah wisata sejarah sekaligus wisata religi yang lekat dengan nama Kota ini sendiri. Makam Mbah Mbatu, sebuah kompleks makam tokoh-tokoh yang disebut-sebut sebagai ‘pendiri’ alias babat alas daerah tersebut. Tak hanya itu, tokoh-tokoh ini juga konon menjadi penyebar agama Islam di Kota Batu. Tempat ini berlokasi di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Mbah Wastu

Mbah Mbatu sendiri nyatanya bukan nama sebenarnya. Nama ini adalah sebuah panggilan bagi Pangeran Rojoyo, seorang Putra Sunan Kalijogo. Pangeran Rojoyo termasuk penyebar agama Islam yang terkenal, beberapa orang mengenal beliau dengan julukan Syekh Abul Ghonaim, Mbah Wastu dan Kiai Gubuk Angin. Konon, panggilan Mbah Wastu inilah yang menjadi asal mula kata Mbatu, alias Mbah Mbatu.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Pangeran Ronojoyo dipercaya adalah seorang murid Pangeran Diponegoro. Ia dikisahkan mearikan diri ke timur Pulau Jawa untuk menghindari pasukan Belanda. Untuk mengeabuhi Belanda, sekaligus memperudah panggilannya, Ia memperkenalkan diri sebagai Mbah Wastu atau Mbah Mbatu.

Dalam pelarian tersebut, Mbah Wastu mendirikan sebuah padepokan di kaki Gunung Panderman sebagai tempat untuk mengajarkan berbagai ilmu, termasuk menyebarkan Islam kepada masyarakat, hingga meninggal pada tahun 1830.

Mbah Tu

Tak hanya panggilan pada Pangeran Ronojoyo, Mbah Mbatu juga dismatkan untuk istrinya, Dewi Condro Asmoro.  Ia merupakan salah seorang keturunan Kerajaan Majapahit, tepatnya putri Prabu Suito Kerto dan Dewi Anjasmoro.

Soal nama panggilan Mbatu pada Dewi Condro Asmoro, itu berawal dari panggilan Pangeran Rojoyo kepadanya, yakni Mbok Tuwo. Para santri Pangeran Rojoyo pun memanggilnya Mbok Tu untuk menyingkat nama panggilan tersebut. Lama-kelamaan panggilan Mbok Tu itu menjadi Mbah Tu, hingga akhirnya menjadi nama Mbatu. Sekali lagi, hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat Jawa memperpendek nama.

Mbah Tu sendiri melakukan syiar agama Islam tak hanya di Batu. Bahkan, perjuangannya sampai ke ranah Lumajang, Pasuruan, dan Jember. Hingga akhir hayatnya pada tahun 1781, Mbah Tu tetap menyebarkan syiar Islam bersama sang suami. Konon, menariknya, ia meninggal saat melantunkan lafadz pujian miftakhul jannah.

Kompleks Makam Mbah Mbatu

Selain Makam ‘duo’ Mbah Mbatu itu, dalam komplek ini terdapat pula makam dua tokoh lainnya. Mereka adalah Dewi Mutmainah, dan Kyai Naim. Dewi Mutmainah merupakan istri muda dari Pangeran Rojoyo. Ia merupakan putri Syekh Maulana Muhammad, putra Sunan Gunung Jati. Dewi Mutmainah yang juga seorang istri yang selalu mendampingi dan mendukung perjuangan syiar Islam sang suami akhirnya meninggal dunia pada tahun 1847.

Sementara itu, Kyai Naim adalah salah seorang teman seperjuangan Pangeran Rojoyo yang berasal dari Mataram. Ia datang ke Batu untuk memberitahukan soal perang di Mataram. Kemudian, ia diminta Pangeran Rojoyo untuk tinggal menetap untuk membantu mengajar mengaji di pondoknya. Selang beberapa lama, saat memutuskan ingin kembali ke Mataram, Kyai Naim meninggal dunia karena terjatuh dari kuda.

ShareTweetSend
Previous Post

Lima Wisata Religi di Kawasan Malang Raya

Next Post

Poligami di Kabupaten Malang meningkat

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Berita Terbaru

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

16 January 2025
Berita Terbaru

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

16 January 2025
Sejarah

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

16 January 2025
Berita Terbaru

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

16 January 2025

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.