Air Terjun Coban Glotak ini adalah air terjun di Kabupaten Malang yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Lokasinya sendiri berada di lereng Gunung Kawi. Karena itu, Lingkungan di coban ini bisa dibilang masih sangat alami.
Air Terjun Coban Glotak ini beroperasi mulai pukul 07.00-17.00 WIB.
Secara administratif, air terjun Coban Glotak ini berada di di Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Air terjun ini juga masih dikelola oleh pihak Perhutani.
Untuk masuk ke dalam Coban Glotak, harga tiket yang harus dibayarkan adalah 4000 rupiah.
Selain coban ini, sebenarnya ada 7 air terjun lain. Namun, coban ini merupakan coban yang berada di urutan terbawah dari 7 coban yang berada di atasnya. Jadi, jika Anda ingin sampai di coban ini, Anda harus rela menyusuri sungai terlebih dahulu.
Cara menuju coban ini tidak terlalu sulit sebenarnya. Lokasinya sendiri berjarak sekitar 15 km ke arah barat Kota Malang. Atau, sekitar 4 km dari Desa Bedalisodo dengan kondisi jalanan yang kurang bagus (sebagian makadam dan sebagian tanah liat).
Sehingga, coban ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki jiwa petualang dan tantangan.
Sejarah Penamaan Coban Glotak
Konon, disebutkan kalau nama Coban Glotak itu berasal dari bunyi bebatuan yang jatuh bersama jatuhnya air terjun. Kemungkinan sih, itu adalah bunyi dari bebatuan yang jatuh karena terbawa air. Batu yang jatuh tadi tentu akan menimbulkan bunyi “klotak – klotak”.
Setelah sampai di tempat parkir, Anda bisa duduk menikmati alam sekitar atau melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju coban.
Jika memilih opsi kedua, Anda akan melewati sejumlah track menantang. Akan ada banyak pepohonan yang bikin suasana makin sejuk. Namun tetap hati-hati karena sewaktu-waktu bisa saja pohon-pohon itu tumbang.
Selain coban, tempat ini juga menyediakan spot-spot foto menarik dari kayu. Jadi, Anda bisa berfoto ria dengan berpose di antara rimbunnya pepohonan.
Subscribe channel Youtube kami dan ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania





