DI Lawang, Malang, ada Museum Kesehatan Jiwa yang membuat bulu kuduk berdiri tegak. Umumnya, rumah sakit jiwa dikhususkan untuk pasien dengan gangguan jiwa. Namun, rumah sakit jiwa satu ini juga bisa dijadikan tempat edukasi.
Museum Kesehatan Jiwa ini diresmikan pada tanggal 23 Juni 2009. Lokasinya berada di dekat RSJ Dr. Radjiman Wedodiningrat, Krajan Utara, Sumber Porong, Kec. Lawang, Kab. Malang, Jawa Timur. Museum ini merupakan museum kesehatan jiwa pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat jam 08.00-16.00. Di hari Jumat, museum ini buka jam 08.00-11.00, buka lagi jam 13.00-16.30.
Di dalam Museum Kesehatan Jiwa dr. Radjiman Wediodinigrat ini, pengunjung bisa melihat sekitar 700 koleksi alat-alat yang digunakan untuk kesehatan jiwa. Dari masa ke masa, Anda akan bergedik melihat alat-alat yang dijadikan koleksi tersebut.
Belum lagi rekam medis dan sejarah orang-orang penderita sakit jiwa bisa membuka mata batin Anda melihat betapa mengerikan tempat ini. Banyak orang teriak, dan banyak orang menangis tanpa sebab.
Tak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat secara langsung hasil karya para pasien RSJ (Rumah Sakit Jiwa), di mana mereka bisa membuat lukisan menjadi sangat nyat dan begitu cantik.
Bangunan museum Kesehatan Jiwa ini juga berdiri di samping Rumah Sakit Jiwa dan masih aktif hingga sekarang. Sementara, gedung museum memang sudah menjadi RSJ sejak zaman Belanda, di mana kala itu hanya boleh menampung 500 orang penderitaan kejiwaan saja.
Perkembangan Alat-alat untuk Kesehatan Jiwa
Anda dapat menambah pengetahuan tentang kedokteran dan kesehatan jiwa. Di dalamnya terdapat 700 alat-alat yang pernah digunakan di bidang kedokteran yang dipajang rapi.
Alat-alat yang digunakan di bidang kedokteran jiwa ini lalu dijadikan sebagai wahana pembelajaran terkait perkembangan sejarah dunia medis, khususnya di bidang kejiwaan. Contohnya, ada cara terapi yang dianggap bisa menentramkan melalui cara perendaman (permanete baden) dan dibungkus dengan menggunakan straight jacket.
Selain itu, ada juga proyektor film sebagai media terapi bagi pasien. Sejak tahun 1950-1970an, proyektor film sangat membantu terapi kejiwaan pasien. Ada juga pasung yang terbuat dari kayu yang berfungsi unutk menangani orang yang mengalami tekanan jiwa.
Museum Keswa (Kesehatan Jiwa) dibangun sebagai bukti nyata yang sangat penting dalam sejarah perjalanan panjang perkembangan kesehatan jiwa di Indonesia. Terutama dari kurun waktu pendudukan Belanda, Jepang, hingga kemerdekaan Indonesia.






Discussion about this post